JURNALMETROPOLITAN.com - Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti insiden kebakaran besar di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Jalan Cinyosog, Cimuning, Bekasi, pada Rabu, 1 April 2026 malam.
Setelah insiden itu, sebagian warga setempat menyoroti mushola yang tetap berdiri kokoh meski bangunan di sekitarnya ludes terbakar.
"Masya Allah! Salah satu mushola yang ada di sekitar ketika terjadinya ledakan Keras SPBE Cimuning," tulis postingan Instagram @ceritabekasi.co, pada Jumat, 3 April 2026.
"Padahal kanan kirinya hancur tapi musholanya tetap kokoh," imbuhnya.
Peristiwa itu menyita perhatian usai kini teridentifikasi sebanyak 17 jiwa dilaporkan menjadi korban kebakaran di area SPBE Cimuning.
Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi insiden kebakaran di SPBE Cimuning yang dekat area pemukiman warga tersebut? Berikut ulasannya.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Secara terpisah, Kapolres Metro Kota Bekasi, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro memastikan proses penyelidikan dari tempat kejadian perkara masih terus berlangsung.
Tim laboratorium forensik (Labfor) turut dilibatkan dalam pendalaman kasus, termasuk untuk mengetahui penyebab insiden tersebut.
"Ya, masih kira-kira masih melakukan pendalaman di sana untuk tim Labfor," kata Kusumo kepada awak media di Bekasi, pada Jumat, 3 April 2026.
Baca Juga: SK Turun, Kepenguruasan PCNU Banyuwangi Dilantik di Ponpes Minhajut Thullab Muncar
Artikel Terkait
Viral Rumah di Jember Kebakaran, Tembok dan Plafon Gosong usai Api yang Disebut Muncul dari Kursi Berkobar
Beredar Video Kebakaran di Stasiun Pengisian Gas Elpiji Cimuning Bekasi, Warga: Ledakannya seperti Bom
Titik Awal Kebakaran di Stasiun Elpiji Bekasi Diduga Berasal dari Area SPBE, 1 Kali Ledakan saat Pengisian Mobil Tangki Gas