Lebih lanjut, Diana menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur idealnya berpijak pada tiga aspek utama, yaitu kualitas, keberlanjutan lingkungan, dan nilai estetika.
Ketiga prinsip tersebut harus diterapkan secara bersamaan agar infrastruktur tidak hanya mampu menjalankan fungsi utamanya, tetapi juga menciptakan ruang publik yang nyaman, memperkuat identitas kawasan, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Pendekatan tersebut, lanjutnya, telah diimplementasikan pada berbagai proyek strategis nasional, di antaranya penataan kawasan G20 di Bali, kawasan Borobudur, Labuan Bajo, hingga Plaza Seremoni di Ibu Kota Nusantara (IKN).(*)