metropolitan

Maksimalkan Peran Satgas Pangan, Pemprov DKI Dapat Ganjaran Ini

Selasa, 22 November 2022 | 20:30 WIB
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono . (IG : herubudihartono)

JURNAL METROPOLITAN - Provinsi DKI Jakarta mencatat kenaikan perekonomian. Laporan yang dilansir bi.go.id menyebutkan bahwa perekonomian DKI Jakarta kembali meningkat pada triwulan II 2022.

Ekonomi Provinsi DKI Jakarta tercatat tumbuh sebesar 5,59% (yoy) pada triwulan laporan, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,62% (yoy).

Berlanjutnya pemulihan ekonomi DKI Jakarta didukung oleh mobilitas dan aktivitas masyarakat yang meningkat seiring dengan terus berlangsungnya program vaksinasi booster, momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), dan berbagai event yang berlangsung di DKI Jakarta.

Menurut laporan BI tersebut dengan kondisi kasus COVID-19 yang terkendali, Pemerintah DKI Jakarta menetapkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level I dengan aturan 100% kapasitas di berbagai lokasi.

Baca Juga: Uya Kuya Tutup Pintu Damai, Ingin Beri Efek Jera Pada Medina Zein

Dengan pangsa sebesar 16,66% terhadap perekonomian nasional pada triwulan II 2022, perekonomian DKI Jakarta kembali tumbuh lebih tinggi dibandingkan ekonomi nasional yang tumbuh sebesar 5,44% (yoy).

Sementara mengenai inflasi, BI memberikan laporannya bahwa Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) triwulan I 2022 mulai mengalami peningkatan, namun masih terjaga dalam target inflasi 3 ± 1% (yoy).

Inflasi IHK pada triwulan II 2022 masih terkendali meskipun mengalami peningkatan.

Inflasi IHK Provinsi DKI Jakarta pada triwulan II 2022 tercatat sebesar 2,88% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi pada triwulan sebelumnya (2,00%, yoy).

Peningkatan inflasi tersebut terutama didorong oleh meningkatnya harga komoditas global sehingga memengaruhi harga komoditas domestik serta meningkatnya permintaan masyarakat sejalan dengan pelaksanaan bulan Ramadhan dan Idul Fitri di April dan Mei 2022.

Baca Juga: Cianjur Masih Rawan Gempa Susulan

Tekanan inflasi yang meningkat pada triwulan II 2022 terutama disumbang oleh beberapa komoditas antara lain angkutan udara, bensin, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga (khususnya elpiji) dan cabai merah.

Capaian tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi Nasional yang sebesar 4,35% (yoy) dan juga lebih rendah dibandingkan inflasi di Pulau Jawa (3,93%, yoy).

Dengan semua laporan BI tersebut Kementerian Dalam Negeri mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena angka inflasi yang rendah.

Halaman:

Tags

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB