Kehadiran jembatan Skywalk Kebayoran Lama sebenarnya merupakan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menghadirkan sistem transportasi publik yang terintegrasi dengan baik.
Baru diresmikan pada 27 Januari 2023 lalu, seperti dikutip laman jakarta.go.id jembatan Skywalk Kebayoran Lama ini menghubungkan dua moda transportasi berbeda, Transjakarta dan KRL Commuter Line.
Sehingga adanya jembatan Skywalk Kebayoran Lama ini memudahkan mobilitas masyarakat dalam beraktivitas, terutama ketika berpindah antarmoda transportasi.
Karena jembatan Skywalk Kebayoran Lama ini menghubungkan dua halte Transjakarta, yakni Velbak di Koridor 13 dan Kebayoran Lama di Koridor 8, serta satu stasiun KRL Commuter Line, yaitu Kebayoran Lama.
Baca Juga: Tempat Wisata Curug Bengkawah Bisa Sekalian Seru-seruan Susur Sungainya
Jembatan Skywalk Kebayoran Lama yang dibangun memakan waktu sembilan bulan (Maret-November 20222) tersebut memang menggunakan konsep Transit Oriented Development (TOD) atau pembangunan berorientasi transit, mendukung integrasi antarmoda transportasi.
Jembatan Skywalk Kebayoran Lama membentang sepanjang 450 meter, dengan lebar 3,6 meter serta tinggi railing 1,25 meter menjadi jembatan skywalk terpanjang di Jakarta.
Dengan begitu berjalan di jembatan skywalk ini dapat mempersingkat waktu perjalanan untuk berganti koridor Transjakarta, atau saat berganti moda transportasi dari Transjakarta ke KRL dan sebaliknya karena hanya memerlukan waktu sekira 10 menitan.
Terlepas dari pernah dikenakan biaya untuk melintas di Skywalk Kebayoran Lama ini, namun sejak Kamis (8/2/2023) seperti dikutip beritajakarta.id PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) memastikan tidak dikenakan biaya alias gratis saat melintasi Skywalk Kebayoran untuk menyeberang jalan.***