JURNAL METROPOLITAN -- Pemprov DKI Jakarta memperkenalkan Ruang Limpah Sungai (RLS) sebagai salah satu pendukung Project 942 yang digagas untuk mengendalikan banjir di Ibu Kota.
RLS yang dibangun sebanyak tiga titik ini merupakan salah satu implikasi dari pendekatan berbasis alam dan bagian dari Project 942 dalam mengendalikan banjir yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.
Tiga Ruang Limpah Sungai (RLS), yakni RLS Lebak Bulus, RLS Brigif, dan RLS Pondok Ranggon, merupakan bagian dari pembenahan lingkungan akibat dampak kerusakan lingkungan salah satunya banjir.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan penting agar kita menggunakan pendekatan yang lebih ramah lingkungan untuk mengatasi masalah kerusakan alam.
Baca Juga: Cegah Kejadian Berulang Ambruknya Tembok Mts 19 Jakarta, Gubernur DKI Anies Baswedan Lakukan Ini
“Kita semua merasakan betul betapa proses pembangunan selama beberapa abad ini banyak mengadopsi pendekatan yang ternyata mengakibatkan kerusakan lingkungan dan kita rasakan dampaknya sekarang,” ujar Gubernur Anies saat pembukaan secara simbolis RLS Brigif, Jakarta dilansir ppid.Jakarta.go.id, Kamis 6 Oktober 2022.
Anies meminta semua pihak menyadari harusya mengubah pendekatan dalam menyelesaikan masalah yang ada. "Kita perhatikan persoalan limpahan air di sungai sebabnya karena cara kita melakukan pembangunan beberapa dekade belakangan ini,” kata Anies.
Karenanya, dalam hal pengendalian banjir, Anies menegaskan adanya salah satu pendekatan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta yakni menggunakan nature base solution atau solusi berbasis alam.
RLS merupakan salah satu project pertama di Indonesia berbasis alam yang menangani limpahan air sungai agar dapat mengurangi beban aliran sungai di kawasan hilir atau saat dialirkan ke laut.
Baca Juga: Konten Prank KDRT Banjir Hujatan, Paula dan Baim Wong Minta Maaf
“Dan kita bersyukur dan bangga, Alhamdulillah sebuah ikhtiar panjang itu tuntas. Nature base solution atau solusi berbasis alam, namanya menjadi Ruang Limpah Sungai. Limpah ini punya makna berlebih tapi yang positif, dan Alhamdulillah air yang berlimpah disiapkan tempat untuk menampungnya. Jadi, kita punya pendekatan baru, di mana kita sediakan ruang parkir air sementara saat air sungai berlimpah, guna mengurangi beban di kawasan hilir sungai,” paparnya.
RLS disebut Anies memiliki fungsi lain yakni sebagai Ruang Terbuka Biru (RTB). RTB ini akan mampu mengembalikan ekosistem sempadan sungai seperti sedia kala sekaligus menjadi ruang ketiga yakni tempat interaksi dan berkegiatan antarwarga.
“Nature base solution ini juga memanfaatkan infrastuktur biru dan hijau, di mana warga nantinya bisa berkegiatan di tempat ini, dan Ruang Limpah Sungai ini adalah upaya mengembalikan ekosistem sempadan sungai yaitu menahan air pada saat terjadi limpahan, tapi juga menjadi ekosistem sungai yang hidup. Sehingga, kita berharap akan muncul kembali hewan air, tanaman rindang, dan burung yang berdatangan dan menjadi ekosistem yang sehat,” ungkapnya.***
Artikel Terkait
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Jadikan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu Sebagai Simpul Literatur
Masih dalam Perawatan, Lesti Kejora Banjir Dukungan Artis Tanah Air
Pemerintah Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha dan Investor di Ibu Kota Nusantara
Cegah Kejadian Berulang Ambruknya Tembok Mts 19 Jakarta, Gubernur DKI Anies Baswedan Lakukan Ini