Miliki Aset Rp70 Triliun, Bos FSG Pertimbangkan Jual Liverpool

photo author
Mulya Achdami, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 8 November 2022 | 07:35 WIB
Belum diketahui berapa nilai jual Liverpool. (IG liverpoolfc)
Belum diketahui berapa nilai jual Liverpool. (IG liverpoolfc)

JURNAL METROPOLITAN - Aset Liverpool saat ini mencapai 3,89 miliar poundsterling atau setara dengan sekitar Rp70,2 triliun. Di sisi lain prestasi klub Liga Premier Inggris itu sangat fantastis. 

Tidak heran bila banyak pihak yang berminat untuk memiliki klub papan atas Inggris tersebut. Fenway Sports Group (FSG) -- perusahaan pemilik sepak bola Inggris itu mengaku ingin miliki sahamnya.

Bos Fenway Sports Group (FSG) John w. Henry kini tengah mempertimbangkan melepas saham kepemilikan klub Liga Premier Inggris kepada para peminat.

"FSG telah sering menerima pernyataan minat dari pihak ketiga yang ingin menjadi pemegang saham di Liverpool," kata FSG, Senin (07/11).

Mengutip laporan Forbes pada Mei 2022, menyebutkan Liverpool saat ini memiliki nilai jual sebesar 3,89 miliar poundsterling (sekitar Rp70,2 triliun).

Henry, membeli Liverpool dari George Gillett dan Tom Hicks pada tahun 2010 dengan dana 300 juta poundsterling.

Jumlah tersebut sepuluh kali lipat lebih tinggi ketimbang saat FSG mengakuisisi Liverpool pada 2010.

Sebelumnya FSG pernah menyatakan syarat dan ketentuan yang tepat, kami akan mempertimbangkan pemegang saham baru bila itu demi kepentingan terbaik Liverpool sebagai klub.

Liverpool di bawah FSG mengalami transformasi luar biasa. Mereka mendatangkan Jurgen Klopp dari Borussia Dortmund sebagai pelatih The Reds pada 2015 dan keputusan itu menghadirkan kesuksesan luar biasa bagi tim.

Total delapan piala sejauh ini sudah dimenangkan Liverpool sejak diakusisi Fenway Sports Group, termasuk mengangkat trofi liga Inggris untuk pertama kali dalam 30 tahun dan menjuarai Liga Champions pada 2019.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mulya Achdami

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X