Respons Anies soal Isu Comeback di Pilpres 2029, Plus Sinyal Bakal Gandeng Ahok

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Senin, 28 Juli 2025 | 14:03 WIB
Isu dua Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersatu dalam satu tiket Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2029 mendatang.
Isu dua Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersatu dalam satu tiket Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2029 mendatang.



JURNALMETROPOLITAN.com - Sedang hangat diperbincangkan sebagian publik Tanah Air terkait spekulasi politik dua Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersatu dalam satu tiket Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2029 mendatang.

Isu ini mencuat ke permukaan, kendati keduanya pernah bertarung ketat pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 lalu.

Terkini, Leon Hartono yang menjadi host saat berbincang dengan Anies, pun menyinggung perihal spekulasi itu dalam siniar YouTube The Overpost yang tayang pada Sabtu, 26 Juli 2025.

Baca Juga: Sindiran Media Thailand usai Negeri Gajah Putih Keok Lawan Garuda Muda di Semifinal AFF U-23: Piala Dunia Hanya Retorika

Leon menyebut, sinyal comeback Anies di Pilpres 2029 muncul ketika sekitar 20 persen audiens kanal YouTubenya mengajukan pertanyaan langsung kepada Anies ihwal kemungkinan tersebut.

Anies memberikan respons yang tidak memberikan jawaban pasti. Dirinya tampak tidak membenarkan, tetapi juga tidak menolak.

"Lah memang saya pasti maju? Belum tahu kita. Jadi kalau soal maju dan tidak itu seringkali di luar kendali kita," ujar Anies.

Baca Juga: Pernah Merana Ditinggal Dhani, Maia Estianty Ngaku Santai Bila Irwan Mussry Digoda Wanita Lain

Anies kemudian menjelaskan, pencalonannya di Pilpres 2024 lalu merupakan keputusan partai politik, bukan karena ambisi pribadi.

Rekan duet Cak Imin dalam pertarungan pemilihan Presiden RI di tahun 2024 itu bahkan menyebut, dirinya adalah figur yang dicalonkan, bukan mencalonkan diri sendiri.

"Saya anggota partai politik bukan, saya punya kapital juga tidak. Dan ini adalah sebuah kepercayaan," terang Anies.

Baca Juga: Kebersamaan TNI dan Warga Warnai Pembangunan Infrastruktur di TMMD ke-125 Kodim 0825/Banyuwangi
"Jadi kalau kemudian partai-partai politik mempertimbangkan nama, itu sebuah kehormatan, tapi kendalinya tidak di tangan kita karena saya tidak ikut dalam pengambilan keputusan," sambungnya.

Saat ditanya lebih spesifik mengenai kemungkinan bekerja sama dengan Ahok, Anies kembali menghindari jawaban antara 'Ya' atau 'Tidak'.

Anies terlihat memperluas makna kolaborasi sebagai kerja sama kebangsaan, bukan sekadar duet elektoral semata.

Baca Juga: Disorot Helmy Yahya hingga Inul, Pemerintah China Disebut Blokir Para Influencer yang Sebar Konten ‘Buruk’ di Medsos

"Oh, kalau kolaborasi sih kolaborasi apa saja kita ini warga negara. Semua warga negara Indonesia memiliki kesempatan yang sama, punya hak yang sama, dan semua itu ada prosesnya," sebutnya.

Kendati demikian, Anies menuturkan kolaborasi dengan siapa pun sah-sah saja selama sesuai dengan aturan hukum.

"Tapi secara prinsip, kita harus bisa kolaborasi dengan siapa saja selama itu dibolehkan oleh aturan hukum. Ada kolaborasi yang tidak boleh. Tapi kalau boleh, dengan siapa saja kita harus siap untuk kolaborasi," tukasnya.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X