Akses Bonan Dolok Tapteng Masih Sulit Ditembus, Warga Saling Bantu untuk Ambil Bantuan Logistik

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 23 Desember 2025 | 10:09 WIB
Cerita warga Bonan Dolok saat mengambil bantuan ketika desanya masih terisolir.  (TikTok/zaits_bf)
Cerita warga Bonan Dolok saat mengambil bantuan ketika desanya masih terisolir. (TikTok/zaits_bf)



JURNALMETROPOLITAN.com - Banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera Utara pada akhir November lalu membuat akses serta infrastruktur di Tapanuli Tengah.

Salah satu daerah yang terdampak parah karena aksesnya rusak berat usai jalan amblas adalah Bonan Dolok, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Waga Bonan Dolok pun harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk bisa mendapatkan bantuan.

Menilik video yang diunggah oleh akun TikTok @zaits_bf pada Rabu, 17 Desember 2025, menyebut bahwa warga Bonan Dolok berkumpul untuk menjemput bantuan.

“Sibolga dan Tapteng hari ini, viral terlihat warga Bonan Dolok Sitahuis mendapatkan bantuan makanan setelah menempuh perjalanan cukup jauh karena akses jalan rusak akibat banjir dan longsor,” tulis keterangan pada akun tersebut.

Perjalanan Jauh dan Menyeberangi Sungai

Lebih lanjut, video tersebut juga membagikan cerita bahwa untuk mendapatkan bantuan berupa logistik, mereka harus menyeberang sungai.

“Takut longsor, iya jalanya kan becek semua. Ada lagi menyeberangi sungai kami nanti pulang,” ujar salah satu warga di video tersebut.

Adapapun bantuan yang didapat ada beras, mi instan, ikan sarden, hingga minyak goreng.

Bantu Ambilkan Bantuan untuk Warga Lain

Tak hanya untuk sendiri, ada yang mengambil bantuan untuk diberikan kepada warga lainnya.

Seperti salah satu cerita seorang ibu yang mengambil popok untuk bayi yatim piatu.

“Ibu ini mau bawain bubur buat anak bayi yang orang tuanya meninggal tertimbun longsor,” tulis kerterangan di video.

“Iya (meninggal), kena longsor yang di Bonan Dolok, yang dua yang berpelukan. Ini nanti buat sama anak bayi,” ucapnya.

Korban Banjir Tapanuli Tengah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah merilis data terbaru mengenai korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor.

Hingga Rabu, 17 Desember 2025, ada 131 orang meninggal dunia, korban luka-luka ada 26 orang, dan 41 orang lainnya masih dalam pencarian.

Menurut data yang dihimpun, ada 10.887 jiwa yang mengungsi dan tersebar di 12 kecamatan.

Sementara itu, Bonan Dolok menjadi satu dari 8 desa yang masih terisolir dan terus diupayakan pembukaan akses untuk distribusi bantuan.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X