Doa di Tengah Sisa Banjir Aceh: Warga Pidie Jaya Berjibaku dengan Lumpur hingga Fisik Melemah

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 23 Desember 2025 | 14:06 WIB
Tangkapan layar warga yang sedang membersihkan sisa lumpur yang menenggelamkan hampir separuh bangunan rumah. (TikTok/Mawa)
Tangkapan layar warga yang sedang membersihkan sisa lumpur yang menenggelamkan hampir separuh bangunan rumah. (TikTok/Mawa)


JURNALMETROPOLITAN.com - Hari-hari pascabanjir bandang di Pidie Jaya, Aceh, bukanlah masa istirahat bagi para penyintas

Di saat air mulai surut, mereka justru dihadapkan pada kenyataan pahit, tumpukan lumpur pekat yang menenggelamkan separuh bangunan rumah dan menyisakan keletihan fisik yang luar biasa.

Sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @Mawa pada Minggu, 21 Desember 2025 memperlihatkan potret perjuangan warga yang sedang berjibaku dengan sisa-sisa bencana

Dalam rekaman tersebut, tampak tiga orang warga berusaha keras mencangkul lumpur yang mengepung kediaman mereka sembari dibantu semprotan air seadanya.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Kawasan Wisata Guci Tegal, Fasilitas Pemandian Air Panas Dilaporkan Rusak

Bagi warga, membersihkan rumah yang tertimbun lumpur hingga separuh bangunan terasa seperti pekerjaan yang tak ada ujungnya. 

Ada rasa keputusasaan yang tersirat ketika mereka melihat volume lumpur yang begitu besar, baik di dalam maupun di luar rumah.

"Lumpur di dalam dibuang ke luar, yang di luar ini dibuang ke mana?" tulis warga dalam keterangan video tersebut, menggambarkan kebingungan mereka atas kondisi lingkungan yang tertutup material banjir.

Bukan hanya beban mental, dampak fisik dari proses pembersihan ini mulai dirasakan oleh para warga. 

Baca Juga: Perjuangan Tak Manusiawi, Warga Tapanuli Tengah Tempuh 9 Jam Perjalanan Kaki Demi Jemput Bantuan

Terus-menerus bersentuhan dengan air kotor dan lumpur selama berhari-hari mulai merusak kesehatan kulit mereka.

"Kaki sudah hancur semua karena kena air terus setiap hari," ungkapnya, menceritakan kondisi luka atau iritasi pada kaki akibat aktivitas pembersihan yang tak kunjung usai.

Di tengah rasa lelah yang memuncak dan kondisi fisik yang menurun, warga hanya bisa menyandarkan harapan pada kekuatan doa. 

Tidak ada permintaan mewah, mereka hanya berharap diberikan kekuatan fisik untuk bisa memulihkan kembali tempat tinggal mereka.

"Ya Allah sehatkan kami," pungkasnya dalam kalimat doa yang menyentuh hati.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X