JURNALMETROPOLITAN.com -- Harga beras diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan, seiring dengan dampak dari peristiwa El Nino yang sedang berlangsung.
Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, menyatakan bahwa inflasi beras kemungkinan akan meningkat dalam kurun waktu 6-9 bulan setelah puncak El Nino terjadi. Hal ini merupakan fenomena biasa dalam dinamika inflasi, terutama inflasi yang dipicu oleh El Nino.
”Untuk harga beras, rata-rata dari puncak El Nino akan ada inflasi beras yang meningkat. Waktunya sekitar 6–9 bulan setelah puncak El Nino,” ujarnya, Senin 26 September 2023
Josua menjelaskan bahwa harga beras secara keseluruhan akan terus naik, dan inflasi pangan akan mengalami lonjakan dalam periode yang sama setelah El Nino.
Baca Juga: Usai DIlarang, Pihak TikTok Minta Pemerintah Pertimbangkan 'TikTok Shop'
Ini disebabkan oleh bobot besar beras dalam indeks inflasi kelompok pangan, yang mencapai 3,33 persen. Sebagai hasilnya, bahkan kenaikan harga beras yang kecil akan berdampak besar pada tingkat inflasi.
Kenaikan harga beras tidak terbatas pada wilayah tertentu, melainkan merata di seluruh Indonesia, dengan 284 kabupaten/kota mencatat peningkatan harga beras.
Menurut Amalia Adininggar Widyasanti, Plt Kepala Badan Pusat Statistik, beras adalah komoditas terkemuka yang berkontribusi pada perubahan indeks perkembangan harga. Selain beras, komoditas lain seperti gula pasir, cabai merah, daging ayam ras, dan minyak goreng juga mengalami kenaikan harga.
Baca Juga: Walikota Bogor Bersama Forkopimda Sidak Proyek Penataan Alun-Alun dan Pasar Kebon Kembang
”Belum terlihat ada tanda-tanda menurun ataupun flat,” ungkap Amalia pada rakor pengendalian inflasi daerah yang diadakan Kemendagri.
Harga beras telah menyumbang inflasi terbesar pada bulan Agustus 2023, dengan kontribusi sebesar 0,05 persen. Secara akumulatif, inflasi beras mencapai 7,99 persen hingga Agustus 2023.
Sementara harga beras terus meningkat, potensi defisit produksi beras menjadi perhatian. BPS mencatat bahwa produksi padi nasional akan mengalami penurunan signifikan hingga November 2023, sementara konsumsi beras tetap tinggi.