JURNALMETROPOLITAN.com -- Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengungkapkan informasi yang mengejutkan mengenai praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi dalam proses jual beli kursi sekolah di Kota Bogor.
Pengungkapan ini terjadi saat Bima Arya menjadi tamu dalam podcast yang dipandu oleh Deddy Corbuzier yang berjudul 'Close The Door'.
Dalam podcast tersebut, Bima Arya mengungkapkan bahwa besarnya nilai pungli dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2023 di Kota Bogor sangat mencengangkan.
Baca Juga: Carut Marut PPDB di Kota Bogor Terus Berlanjut, Polisi Akan Tetapkan Seorang Tersangka
Hal ini membuat Deddy Corbuzier merasa terkejut. Dalam percakapan yang diambil dari podcast tersebut, Deddy bertanya kepada Bima Arya mengenai jumlah uang yang terlibat dalam praktik pungli di sekolah.
Dalam tanggapannya, Bima Arya memberikan contoh konkret mengenai praktik pungli yang terjadi, khususnya saat pelaksanaan PPDB.
Dalam proses ini, terdapat praktik jual beli kursi sekolah yang bisa memiliki nilai yang sangat fantastis, dengan beberapa orang rela membayar hingga Rp20-30 juta untuk satu kursi sekolah.
Bima Arya tidak menyebutkan nama-nama sekolah secara spesifik yang terlibat dalam praktik tersebut, tetapi dia menyoroti bahwa praktik ini terjadi di beberapa sekolah.
Dia juga menekankan bahwa dalam setiap sekolah, jumlah siswa baru yang diterima bisa mencapai ratusan.
Deddy Corbuzier sempat terkejut dan merasa terdiam mendengar informasi tersebut. Dia juga bertanya apakah praktik tersebut terjadi di setiap sekolah, namun Bima Arya menyatakan bahwa tidak semua sekolah terlibat dalam praktik tersebut.
Dia menilai bahwa dalam satu sekolah, praktik jual-beli kursi bisa sangat bervariasi tergantung pada kekosongan kursi peserta didiknya.
Artikel Terkait
Bejad! Belasan Siswi SD di Bogor Jadi Korban Pelecehan, Pelaku Wali Kelasnya!
Guru Pelaku Pelecehan Belasan Siswi SD di Bogor Berhasil Ditangkap Polisi
Pelaku Pencabulan Terhadap Siswi SD Berhasil Ditangkap, Ini Penjelasan Polisi