nasional

Memahami Kasus Dugaan Suap Proyek DJKA yang Menyeret Nama Bupati Pati Sudewo

Selasa, 30 September 2025 | 19:10 WIB
Bupati Pati Sudewo menjadi salah satu pihak yang disorot dalam kasus dugaan suap DJKI. (Instagram/humaspati)

Dalam proyek tersebut, diduga telah terjadi pengaturan pemenang pelaksana proyek melalui rekayasa proses administrasi hingga penentuan pemenang tender.

Nama Sudewo Disebut dalam Sidang

Nama Sudewo sempat terdengar dalam sidang kasus tersebut dengan terdakwa selaku Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Bagian Tengah yakni Putu Sumarjaya.

Selain itu, pria yang masih mejabat sebagai Bupati tersebut juga disebut saat sidang pejabat pembuat komitmen BTP Jawa Bagian Tengah, Bernard Hasibuan.

Dalam sidang itu, KPK disebut telah menyita sejumlah uang dari Sudewo sekitar Rp3 miliar.

Pada Rabu 27 Agustus 2025, Sudewo sempat menghadiri paggilan KPK terkait kasus dugaan suap tersebut.

Baca Juga: Menelaah Usulan DPR untuk Mengganti MBG Jadi Uang Tunai, Istana: Konsep Sekarang yang Terbaik

Usai menjalani pemeriksaan, Sudewo menyempatkan diri untuk memberikan penjelasan kepada awak media.

"Saya dipanggil, dimintai keterangan sebagai saksi, semua pertanyaan saya jawab sejujurnya dan apa adanya," ucap Sudewo kepada awak media.

"Kalau soal uang, itu juga ditanyakan dan itu sudah dijelaskan dalam pemeriksaan kira-kira dua tahun yang lalu, bahwa itu adalah uang pendapatan dari DPR RI, semua rinci, ada pemasukan, pendapatan, ada pengurangan," ungkapnya.

Terkini, KPK kembali memeriksa Bupati Pati Sudewo untuk yang kedua kalinya yaitu pada Senin 22 September 2025.

Baca Juga: Mengulik Kata Menkeu Purbaya yang Sebut Rencana Kurangi Tarif Subsidi Listrik Tanpa Naikkan Harga

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo membenarkan bahwa Sudewo diperiksa lagi dalam perkara dugaan korupsi proyek jalur kereta api (KA).

"Benar, hari ini Senin, KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi saudara SDW, terkait dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan jalur kereta api di lingkungan DJKA-Kementerian Perhubungan," kata Budi kepada wartawan.***

Halaman:

Tags

Terkini