JURNALMETROPOLITAN.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu ini.
Seperti diketahui, program MGB ini digalakkan untuk meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak usia dini.
Dalam implementasinya, program ini menyediakan makanan yang disusun untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian.
Namun demikian, penerapan MBG di lapangan masih menemui beberapa kendala yang kemudian menjadi perhatian khusus masyarakat.
Setelah beberapa kendala yang terjadi, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pun sempat menyampaikan usulan untuk mengganti program tersebut.
Baca Juga: Mengulik Kata Menkeu Purbaya yang Sebut Rencana Kurangi Tarif Subsidi Listrik Tanpa Naikkan Harga
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menanggapi usulan perubahan skema pemberian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ramai diperbincangkan.
Mantan anggota DPR itu menyebut, meski banyak gagasan yang muncul, pemerintah menilai skema distribusi makanan siap santap masih menjadi pilihan terbaik untuk saat ini.
Lantas, bagaimana dinamika usulan terkait pergantian program MBG ini? Berikut usulannya:
Banyak Usulan, Pemerintah Terbuka
Prasetyo menuturkan, ide terkait mekanisme pelaksanaan MBG sejatinya sudah lama muncul.
Beberapa pihak mengusulkan agar program ini tidak lagi berbentuk makanan siap santap, melainkan dalam bentuk bantuan tunai kepada orang tua siswa.
“Kalau ide kan dari dulu banyak ya. Dan bukan berarti ide ini tidak baik, atau ide yang satu lebih baik, tidak,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat 19 September 2025.
Artikel Terkait
BGN Tanggapi Isu 5.000 SPPG Fiktif: Ungkap Proses Verifikasi hingga Kebijakan Roll Back Dapur MBG
Merebak Kasus Siswa Keracunan di 6 Daerah Berbeda dalam Sepekan Terakhir, Jadi Alarm Serius soal Standar Kebersihan Sajian MBG
Kejar-kejaran Serapan Anggaran Menkeu Purbaya dengan BGN untuk MBG, Dana Nganggur Bakal Ditarik dan Dialihkan