Terkait insiden banjir-longsor di Sumut, polisi setempat mengumumkan, sedikitnya 43 warga tewas dan 88 masih hilang.
Berkaca dari hal itu, Siklon Tropis Senyar yang dinilai sebagai tanda cuaca 'tak umum' sempat diungkap telah menghampiri wilayah Selat Malaka.
BMKG: Siklon Tropis Senyar Tak Umum
Secara terpisah, Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan, Indonesia memang berada dekat garis ekuator yang secara teori kurang mendukung terbentuknya atau dilintasi siklon tropis.
Meski begitu, Andri menyampaikan, dalam 5 tahun terakhir cukup banyak siklon tropis yang bergerak mendekati wilayah Indonesia dan memberikan dampak yang signifikan.
“Fenomena seperti Siklon Tropis Senyar tergolong tidak umum di wilayah perairan Selat Malaka, apalagi jika sampai melintasi daratan,” kata Andri dalam keterangan resmiya, pada Rabu, 26 November 2025.
Di sisi lain, BMKG menyampaikan perkembangan terbaru terkait Siklon Tropis Senyar yang saat ini berada di Selat Malaka dan mengarah ke wilayah Aceh.
"Siklon ini memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan," demikian keterangan BMKG.
"Berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan wilayah sekitarnya,” tutupnya.(*)