Mengenai korban jiwa, Slamet mengungkapkan ada 3 orang yang meninggal dunia, tetapi bukan warga dari Desa Penakir.
Adapun menurut data dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 8 unit rumah hanyut, 18 unit rumah mengalami rusak berat, dan 24 unit rumah rusak sedang.
Mengenai jumlah warga yang menjadi korban banjir, Pemprov juga mencatat ada sekitar 252 kepala keluarga atau 911 jiwa yang terdampak langsung oleh bencana ini.
Lokasi pengungsian bagi warga terdampak, pemerintah menyiapkan beberapa titik, yaitu di kantor Kecamatan Pulosari yang menampung 148 jiwa, gedung PC NU sebanyak 381 jiwa, serta SDN 02 Penakir dengan 30 jiwa pengungsi.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Pemalang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, terhitung mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.
Pemenuhan Bantuan di Posko Pengungsian
Selain evakuasi warga ke lokasi pengungsian, bantuan logistik juga mulai didatangkan hingga layanan sementara pascabanjir.
Posko untuk logistik dan dapur umum sudah didirikan dan penanganan teknis infrastruktur melalui pembersihan material dan asesmen kerusakan sudah dimulai.
Pelayanan kesehatan juga sudah mulai aktif dengan mendirikan posko sendiri untuk memastikan kebutuhan medis warga terpenuhi.(*)