Jadi Wilayah Terparah Banjir Pemalang, Warga Desa Penakir Ini Ungkap 4 Kali Banjir Datang Sejak Sore: Puncaknya Jam 2 Pagi

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Jumat, 30 Januari 2026 | 09:25 WIB
Cerita warga Desa Penakir, Pemalang saat banjir bandang menerjang permukiman. (Instagram/um_sayur)
Cerita warga Desa Penakir, Pemalang saat banjir bandang menerjang permukiman. (Instagram/um_sayur)

JURNALMETROPOLITAN.com - Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Pemalang, salah satunya memberikan dampak parah untuk Desa Penakir, Kecamatan Pulosari.

Banjir menghantam area permukiman warga pada Jumat petang, 23 Januari 2026 dan Sabtu dini hari, 24 Januari 2026.

Seorang warga dari Desa Penakir mengungkapkan kronologi saat banjir datang, menyebutkan bahwa terjadi beberapa kali banjir susulan sebelum akhirnya membuat permukimannya porak-poranda.

Banjir Datang saat Sore dan Dini Hari

Menurut pengakuan warga yang diketahui bernama Slamet itu, air mulai datang saat memasuki waktu Maghrib.

“Awal banjir berarti 17.30 WIB, Maghrib hari Jumat. Terus banjir lagi sekitar jam 19.00 WIB, di sini banjir dan di sungai daerah sana juga banjir,” ucap Slamet, dikutip dari unggahan akun Instagram @um_sayur pada Selasa, 27 Januari 2026.

Baca Juga: Oknum Driver Ojol Diduga Intimidasi Pesepeda yang Sudah Berada di Jalur Khusus, Polres Jakpus Sebut Bakal Lakukan Tindak Lanjut

“Terus saat itu ada susulan lagi, sekitar jam 23.00 WIB, kemudian puncaknya banjir yang menghabiskan rumah-rumah di sini itu sekitar jam 02.00 WIB,” jelasnya.

Kondisi Desa Penakir, dalam video tampak jalanan di permukiman warga yang sudah tertutup material banjir, seperti kayu dan potongan kayu.

Bongkahan batu beragam ukuran juga terlihat berserakan, memenuhi area jalan dan menghantam rumah warga.

Pengungsian Warga Bertahap, Sebagian RT Tetap Bertahan di Rumah

Warga yang rumahnya terdampak banjir, kata Slamet langsung mengungsi ke lokasi aman.

“Mengungsinya pas udah siang. Ada yang berangkat jam 10.00 WIB, ada yang berangkat jam 11.00 WIB atau 12.00 WIB. Ada juga yang tidak mau mengungsi, dari RT 20, RT 21, RT 23, dan RT 24,” lanjutnya.

Baca Juga: Dua Bulan Pascabanjir Bandang, Kecamatan Sawang di Aceh Utara Masih Kesulitan Akses Jalan Darat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X