JURNALMETROPOLITAN.com - Dua bulan sejak banjir bandang yang menerjang Aceh Utara, sejumlah wilayah masih terkendala akses jalan.
Jalan darat yang putus membuat aktivitas warga menjadi terganggu, salah satunya seperti yang terjadi di Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Anak-anak sekolah yang sudah mulai aktif lagi kegiatan belajarnya pun turut terganggu karena jalan yang belum membaik.
Puluhan Anak Kesulitan Menuju Sekolah
Kondisi anak-anak yang susah untuk bisa sampai ke sekolah ini dibagikan oleh salah satu relawan Aceh, Rully Xabian dalam unggahan terbarunya.
“Jalan menuju ke sekolah terputus, proses belajar dan mengajar terganggu. Lokasinya di Riseh Tunong, anak-anak menuju ke sekolah terhambat karena akses jalan utama mereka terputus saat banjir bandang pada 26 November 2025,” tulisnya dalam keterangan video yang diunggah pada Senin, 26 Januari 2026.
Setelah jalan putus, terungkap bahwa masyarakat desa sempat melewati sawah warga.
Namun, hal itu tak bisa lagi dilanjutkan karena pemiliknya sudah menutup akses agar sawahnya tidak rusak.
“Sebelumnya, masyarakat lewat sawah warga untuk akses jalan sementara, tapi hari ini, tanggal 26 Januari 2026, pemilik menutup aksesnya karena takut sawah rusak,” lanjutnya.
Video tersebut menunjukkan banyak anak-anak sekolah dengan seragam SD dan SMP yang masih belum bisa melintas.
Harapan Ada Jalan Baru untuk Memudahkan ke Sekolah
Adapun dalam video tersebut terlihat kondisi jalan aspal yang terputus dan membentang bekas aliran banjir di bawahnya.
Baca Juga: Jelang RUPS PLN, Aturan Masa Jabatan Direksi Terbit, Manuver Elite Disorot
Artikel Terkait
Warga di Pidie Jaya Aceh Ini Tunjukkan Kondisi Rumah yang Masih Berlumpur Pascabanjir: Belum Sepenuhnya Bersih
Bukan Pedagang Kecil, Satpol PP di Aceh Justru Targetkan ASN yang Pergi Nongkrong ke Warkop saat Jam Kerja Berlangsung
Perjuangan Relawan ke Wilayah Terisolir di Aceh Utara, Harus Melawan Arus Sungai untuk Mencapai Dusun Sarah Raja