Hujan yang deras itu kemudian menyebabkan bencana hidrometeorologi dan berdampak pada empat desa di dua kecamatan.
Baca Juga: Siswanya Lompat ke Sungai Cisadane Bogor, SMKN 1 Ciomas Bantah soal Dugaan Bullying
Desa yang terdampak menurut catatan Pemprov Jawa Tengah meliputi Desa Sangkanayu dan Desa Lambur di Kecamatan Mrebet, kemudian Desa Kutabawa dan Desa Serang di Kecamatan Karangreja.
Selanjutnya, Pemprov akan melakukan relokasi kepada ratusan rumah yang terdampak banjir dan longsor.
Lokasi hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), saat ini sedang dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
Pembangunannya sendiri akan dilakukan bersama dengan Pemerintah Provinsi Jateng dan kementerian terkait.
Perbaikan Infrastruktur yang Rusak
Selain rumah untuk warga, perbaikan pada jembatan yang putus juga akan dilakukan karena hal tersebut berkaitan dengan mobilitas warga.
Baca Juga: Viral Curhatan Lifter Nurul Akmal Usai Pengangkatan PPPK Paruh Waktu: Sama Siapa Berharap Jadi PNS?
Mengenai perbaikan jembatan, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti TNI dan Polri untuk akses sementara.
Sementara itu, banjir bandang di Purbalingga membawa banyak material, mulai dari batu, kayu, pohon, lumpur yang berasal dari area pegunungan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga juga mencatat adanya kerusakan pada 60 hektare lahan persawahan warga yang menyebabkan gagal panen di Desa Kutabawa.
***