Siswanya Lompat ke Sungai Cisadane Bogor, SMKN 1 Ciomas Bantah soal Dugaan Bullying

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Senin, 2 Februari 2026 | 09:50 WIB
Jenazah siswa SMKN 1 Ciomas ditemukan di aliran Sungai Cisadane, sekitar 27 kilometer dari Jembatan Loji. (Instagram/@bpbd.kotabogor)
Jenazah siswa SMKN 1 Ciomas ditemukan di aliran Sungai Cisadane, sekitar 27 kilometer dari Jembatan Loji. (Instagram/@bpbd.kotabogor)

JURNALMETROPOLITAN.com - Tim SAR gabungan masih terus mencari seorang siswa SMKN 1 Ciomas yang melompat ke Sungai Cisadane.

Siswa berinisial MY itu diketahui melompat ke aliran Sungai Cisadane pada Kamis petang, 29 Januari 2026 dari Jembatan Loji.

Menanggapi laporan salah satu siswanya yang melompat ke sungai, pihak sekolah SMKN 1 Ciomas memberikan pernyataan resminya, termasuk mengungkap kronologi sekaligus respons adanya dugaan bullying yang diterima MY.

Pihak Sekolah Ditelepon Polisi Jelang Tengah Malam

Dalam keterangan resmi tersebut, terungkap bahwa Kepala Sekolah SMKN 1 Ciomas mendapat telepon dari Polsek Bogor Barat terkait MY pada Kamis malam, 29 Januari 2026 pukul 23.00 WIB

Saat itu, MY yang merupakan penghuni panti asuhan diketahui belum kembali ke asrama.

Baca Juga: Viral Curhatan Lifter Nurul Akmal Usai Pengangkatan PPPK Paruh Waktu: Sama Siapa Berharap Jadi PNS?

Selama setengah jam hingga pukul 23.20 WIB, pihak sekolah menghimpun keterangan dari orang-orang terdekat MY untuk mencari tahu keberadaannya.

Selanjutnya, pihak sekolah dan panti asuhan merilis laporan sebagai orang hilang pada Jumat dini hari, 30 Januari 2026, sekitar pukul 00.30 WIB.

MY Meminta Temannya Berhenti di Jembatan, Lalu Melompat ke Sungai

Adapun kronologi MY melompat ke sungai diketahui usai keterangan dari saksi kunci, rekan MY berinisial F.

“Korban (MY) bersama F baru saja selesai berkumpul di kediaman rekan mereka yang bernama R,” ungkap pihak sekolah, dikutip dari keterangan resmi pada Minggu, 1 Februari 2026.

Baca Juga: Bukan Kejadian Pertama, Begini Kronologi Robohnya Lantai 2 Tangsi Belanda di Siak saat Studi Tur SD IT Baitul Ridho

“Dalam perjalanan pulang menuju panti asuhan menggunakan sepeda motor, saat melintasi jembatan Sungai Cisadane, korban meminta saksi menghentikan kendaraan secara mendadak,” imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Koperasi, Pondasi Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:32 WIB
X