JURNALMETROPOLITAN.com - Kunjungan studi tur dari SD IT Baitul Ridho ke cagar budaya Tangsi Belanda yang ada di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau berubah menjadi insiden memilukan.
Para siswa yang tengah belajar di cagar budaya itu menjadi korban ambrolnya lantai dua dan membuat sejumlah siswa dan seorang guru mengalami luka.
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu, 31 Januari 2026 sekitar pukul 09.00 WIB ketika para siswa sedang berada di salah satu ruangan di lantai 2.
Kepanikan Siswa dan Guru Sesaat Setelah Lantai Roboh
Viral di media sosial, kepanikan para siswa dan guru saat lantai roboh yang membuat peserta studi tur terjatuh dari ketinggian sekitar 4 meter.
Teriakan dan tangis tak terbendung saat beberapa guru mencoba mengevakuasi murid dari reruntuhan kayu pijakan lantai, seperti yang terlihat dalam video unggahan akun Instagram @halosiak.
Dalam video tersebut, beberapa siswa dan seorang guru mengalami luka berdarah dan terdengar suara kepanikan lain ketika membutuhkan ambulans.
“Kaki sakit, nggak bisa (jalan). Sakit banget,” ucap salah satu siswa sambil menangis, dikutip pada Minggu, 1 Februari 2026.
Lantai Roboh Bukan Kejadian Pertama
Tangsi Belanda yang merupakan bangunan cagar budaya di Kabupaten Siak tersebut sudah berusia lebih dari dua abad.
Lantai kayu diduga tak kuat menahan beban ketika para peserta studi tur sedang dalam sesi mendengarkan penjelasan terkait bangunan tersebut.
Diketahui dari keterangan Media Center Provinsi Riau, insiden ambruknya lantai dua di Tangsi Belanda bukan yang pertama kalinya.
Baca Juga: Wamenkop: Kopdes Jadi Simpul Konsolidasi Potensi Desa Terhubung ke Pasar
Artikel Terkait
Update Insiden Kebakaran di Wang Fuk Court Hong Kong: KJRI Siapkan Pemulangan Jenazah Korban WNI
Viral Insiden Pria di Jaktim yang Disekap dalam Mobil usai Dituduh Transaksi Terlarang dengan Wanita, Duit di Rekening Ludes
4 Fakta di Balik Insiden Puluhan Marinir Ikut Jadi Korban Longsor di Cisarua, Diduga Berada di Lokasi untuk Latihan Pratugas