Usai Viral Skandal Riset Bodong di ISPPD 2026, Terduga Pelaku Rifaldy Fajar Respons soal Gonta-ganti Identitas

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Kamis, 28 Mei 2026 | 22:53 WIB
Menyoroti dugaan skandal riset palsu yang dipresentasikan WNI dalam konferensi ilmiah tingkat internasional ISPPD 2026 di Kopenhagen, Denmark. (Threads.com/@mandharabrasika)
Menyoroti dugaan skandal riset palsu yang dipresentasikan WNI dalam konferensi ilmiah tingkat internasional ISPPD 2026 di Kopenhagen, Denmark. (Threads.com/@mandharabrasika)

 

 

JURNALMETROPOLITAN.com  - Sebagian publik di media sosial sedang ramai menyoroti dugaan kasus pemalsuan riset yang dilakukan sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dalam konferensi International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Kopenhagen, Denmark.

Hal tersebut mulanya diungkapkan oleh dosen dan peneliti Departemen Ilmu Kelautan Universitas Udayana, Ida Bagus Mandhara Brasika lewat unggahan Threads, @mandharabrasika, pada Senin, 25 Mei 2026.

Mandhara menilai, dugaan skandal ini telah mencoreng nama baik Indonesia terlebih bagi para ilmuwan WNI di tingkat internasional.

Baca Juga: Sempat Ditahan Tentara Israel dalam Misi Kemanusian Gaza, Ronggo Wirasanu Kini Pulang dalam Pelukan Bangga sang Anak

"Dampaknya fatal. Bukan hanya ke pelaku, tapi semua peneliti dari Indonesia kena getahnya. Kredibilitas Indonesia dipertanyakan," tulis Mandhara.

Bagi yang belum tahu, konferensi ilmiah tersebut berada dalam bidang medis tingkat internasional, yang berfokus pada pencegahan dan pengobatan penyakit pneumonia serta infeksi pneumokokus.

Dalam kasus ini, para terduga pelaku pemalsuan ini disinyalir menggunakan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) untuk membuat riset palsu hanya demi mendapatkan travel grant.

Sebagai catatan, travel grant merupakan bantuan dana atau hibah yang diberikan oleh suatu institusi, organisasi, atau lembaga untuk menanggung biaya perjalanan seseorang.

Dana ini umumnya ditujukan bagi akademisi, peneliti, atau profesional untuk menghadiri dan mempresentasikan karya ilmiah di konferensi, seminar, atau pelatihan, baik di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Siksaan Tentara Israel terhadap Relawan GSF usai Kamera di Kapal Mati: Terjadi Penembakan untuk Takuti Mental

Lantas, bagaimana sebenarnya hal yang menuai sorotan publik ihwal dugaan riset bodong oleh sejumlah WNI di ajang ISPPD 2026 tersebut? Berikut ulasannya.

Identitas Oknum Periset RI

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X