“Saran saya, fokus saja menyajikan menu bergizi buat anak-anak Indonesia, jangan malah memantik konflik horizontal dengan masyarakat yang kritis terhadap program MBG yang menghabiskan uang rakyat Rp335 T per tahun,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
“Wajar masyarakat kritis karena uang pajak mereka yang digunakan untuk membiayai program ini,” tukasnya.
Isi Video SPPG Sidanegara 2 Cilacap
Dalam video tersebut, selain petugas SPPG yang tengah menyiapkan berbagai menu MBG di dapur, juga ada narasi tentang kata-kata keluhan yang kerap muncul di media sosial mengenai pengelolaan MBG.
Sayangnya, video tersebut diselipkan beberapa klip anak-anak dari Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan, seperti kekurangan makanan, tempat tinggal yang hancur.
Beberapa narasi yang sempat muncul dalam video seperti, “Esnya kurang manis,” “MBG makanannya nggak enak,” “Menunya nggak bermutu,” “Mendingan dijadiin duit daripada MBG,” dan “Maafkanlah kami ya Allah jika kurang bersyukur.”
Pihak SPPG pun telah meminta maaf dan mengakui kelalaiannya karena mengunggah konten tersebut.
“Saya menyadari bahwa penderitaan di Palestina tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan apapun. Tanpa pembelaan diri, terima kasih atas pengingatnya, kami minta maaf sebesar-besarnya,” kata Kepala SPPG Sidanegara 2 Cilacap, Hanif.(*)