Bandingkan MBG dengan Lapangan Pekerjaan, Kepala Bappenas Sebut Makan Bergizi Lebih Mendesak untuk Dijalankan

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:01 WIB
Menyoroti pernyataan Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy yang membandingkan program MBG dengan pembukaan lapangan kerja di RI. ) (Instagram.com/@rachmatpambud)
Menyoroti pernyataan Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy yang membandingkan program MBG dengan pembukaan lapangan kerja di RI. ) (Instagram.com/@rachmatpambud)

JURNALMETROPOLITAN.com - Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti pernyataan Rachmat Pambudy, selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Kamis, 29 Januari 2026, Rachmat terlihat sedang berpidato, seraya menegaskan tentang pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bahkan, Kepala Bappenas itu menyebutkan, MBG lebih mendesak daripada pembukaan lapangan kerja.

"Kepala Bappenas sebut MBG lebih mendesak daripada lapangan pekerjaan," demikian tertulis dalam postingan itu.

Baca Juga: Setelah Kepergian Lula Lahfah, Reza Arap Pamit di Medsos dan Mengaku Ingin Tenangkan Diri Secara Emosional

Lantas, apa saja poin-poin pembahasan yang disampaikan Kepala Bappenas itu terkait program MBG dan pembukaan lapangan kerja? Berikut ulasannya.

Banding-bandingkan MBG vs Lapangan Kerja

Berdasarkan penelusuran, mulanya Rachmat mengaku pernah diminta membandingkan program MBG dengan pembukaan lapangan pekerjaan.

Dalam hal ini, ia menilai keduanya sama-sama penting, namun MBG lebih mendesak untuk dijalankan.

"Pada waktu saya ditanya, mengapa MBG penting? Apakah MBG itu penting? Penting sekali," kata Rachmat di acara Prasasti Economic Forum, pada Kamis, 29 Januari 2026.

"Apakah MBG lebih penting dari memberi lapangan kerja? Saya mengatakan MBG lebih mendesak daripada lapangan kerja," tambahnya.

Rachmat Pambudy: MBG Lebih Mendesak

Dalam pernyataannya, Rachmat mengklaim program MBG lebih mendesak untuk dijalankan, daripada pembukaan lapangan kerja.

Baca Juga: Curhat Penjual Es Gabus yang Sempat Dituduh Pakai Bahan Spons: 30 Tahun Berjualan, Mimpi Pergi Umrah Bersama Istri Tercinta

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X