"Tetapi dikatakan, katanya MBG lebih penting daripada lapangan kerja. MBG penting, lapangan kerja penting, tetapi MBG lebih mendesak," ungkapnya.
Sebagai gambaran, Rachmat menganalogikan sebuah kail pancingan yang biasa digunakan nelayan untuk memancing ikan.
"Ada yang bilang, tolong kasih kail, jangan ikan. Kalau dikasih kail, sudah keburu mati," terangnya.
Soroti Fenomena Warga Kelaparan di Pelosok Desa
Pada momen pidato itu, Rachmat merujuk pada fenomena kelaparan yang masih terjadi di pelosok Tanah Air.
Oleh karena itu, Kepala Bappenas itu mengutarakan salah satu fokus pemerintah saat ini adalah membangun infrastruktur sosial, salah satunya melalui MBG.
Baca Juga: Kelompok Pegiat Anti Korupsi Bedah Dugaan Pelanggaran Terkait Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi
"Cobalah lihat saudara-saudara kita di ujung pelosok desa, mereka lapar, mereka kelaparan," tutur Rachmat.
"Ketika saya harus mendampingi Pak Presiden meresmikan sekolah rakyat, anak-anak kita SMP, SMA tidak bisa baca tulis. Dan itu banyak sekali," imbuhnya.
Di sisi lain, Rachmat juga menegaskan, MBG adalah program prioritas yang harus dieksekusi dengan baik.
Selain membangun infrastruktur fisik, Rachmat mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur sosial juga penting dilaksanakan.
"Makan bergizi adalah bagian daripada pembangunan yang harus diselesaikan," jelas Rachmat.
"Karena itu kalau kita bicara infrastruktur, mohon kita tidak dibatasi pada infrastruktur fisik, tapi juga infrastruktur sosial, mohon kita dibantu untuk menyelesaikan persoalan dasar kita," tutupnya.(*)
Artikel Terkait
Ditanya soal MBG yang Diklaim Sumbang 48 Persen Keracunan Pangan, Menko Pratikno Sebut-sebut Zulhas hingga Cak Imin
Menkop Dukung Langkah KPBS Pangalengan Produksi Susu UHT dan Masuk Ekosistem MBG
Badan Gizi Nasional Percepat Program MBG Hingga Serap Anggaran hingga Rp85 Triliun