"Berdasarkan data perhitungan yang kami dapatkan di JMTC, puncak arus balik diprediksi akan jatuh pada hari Selasa, 24 Maret 2026," ungkap Dudy dalam pernyataan resminya, pada Senin, 23 Maret 2026.
Oleh sebab itu, Dudy mengingatkan publik agar memanfaatkan masa WFA yang telah diimbau oleh pemerintah.
Menhub menyebutkan, puncak arus balik ini juga dengan perkiraan volume lebih dari 285 ribu kendaraan.
"Jumlah ini lebih besar dari puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 sebesar 270.315 kendaraan," tutur Dudy.
"Untuk itu, kami imbau masyarakat dapat kembali ke Jabotabek pada 23 Maret 2026 dengan memanfaatkan cuti bersama, atau pada periode 25-27 Maret 2025 dengan memanfaatkan masa WFA yang diimbau Pemerintah," sambungnya.
Senada dengan Imbauan Kakorlantas Polri
Dalam kesempatan yang sama, Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengatakan akan terjadi 3 arus puncak arus mudik yang harus dihindari oleh para pemudik.
Adapun, puncak arus mudik yang berdekatan, pertama diprediksi akan terjadi pada 24 Maret 2026, kemudian puncak arus mudik kedua dan ketiga pada 28-29 Maret 2026.
"Kami prediksi tiga hari tersebut akan menjadi puncak arus balik lebaran 2026," terang Agus.
"Kami imbau masyarakat untuk menghindari waktu puncak arus balik tersebut agar pelayanan arus mudik berjalan aman, nyaman dan berkeselamatan," sambungnya.
Terkait hal itu, sebagian publik pun menyoroti masa diskon tarif tol yang diterapkan berdasarkan imbauan pemerintah.
2 Tanggal Diskon Tarif Tol
Pada momen yang sama, Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A. Purwantono meminta kerja sama pengguna jalan untuk memanfaatkan waktu kepulangan pada arus balik.