nasional

Temui Massa yang Menuntut Bansos Pascabanjir, Bupati Langkat Bakal Ajak Warga untuk Bertemu Menteri Sosial

Kamis, 23 April 2026 | 11:11 WIB
Menilik Janji Bupati Langkat Usai Didemo Warganya soal Bansos Korban Banjir November 2025. (Foto: Instagram @seputaran.binjai - INDEPENDENMEDIA.ID)

Baca Juga: Viral Cerita Pelaut RI Temukan Kapal Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz, Semua Kru Diduga dari India

Di waktu yang lain usai bertemu warga, Afandin menyebut bahwa banyak warga yang menjadi korban banjir belum menerima bantuan jaminan hidup (Jadup).

“Kalau dari tuntutan, masalah Jadup, di sini masyarakat banyak yang belum menerima bantuan Jadup,” terangnya.

Ada Perbaikan Data

Pendataan mengenai warga yang berhak menerima bantuan juga akan diperbarui.

“Korban banjir di Langkat sekitar 240 ribu jiwa dan yang belum terdata, kita akan perbaiki (datanya) supaya yang belum menerima nanti dimasukkan datanya,” tuturnya lagi.

Aksi Unjuk Rasa Sempat Diwarnai Kericuhan

Sebelum ditemui oleh Bupati, aksi ribuan massa tersebut sempat mengalami kericuhan.

Massa memulai aksi untuk menuntut keadilan ini melakukan longmarch dari Kantor DPRD Langkat menuju Kantor Bupati.

Baca Juga: Respons Tak Terduga Jokowi ke JK usai Mantan Wapres RI Itu Ungkit-ungkit Perannya di Karier Politik sang Ayah Gibran

Namun, suasana memanas hingga pintu gerbang utama Kantor Bupati Langkat pun roboh.

Aksi saling dorong sempat terjadi antara massa aksi dengan Satpol PP dan Polres Langkat sampai akhirnya sebagian masyarakat bisa merangsek masuk ke halaman Kantor Bupati.

Sementara itu, tuntutan bantuan yang diteriakkan oleh warga dalam aksi tersebut adalah stimulan ekonomi Rp5 juta per KK, jatah hidup Rp1,3 juta per jiwa, dan ganti rugi perabotan rumah tangga dengan total Rp8 juta.(*)

Halaman:

Tags

Terkini