nasional

Rifaldy Fajar Buka Suara soal Viralnya Dugaan Penipuan Riset, Akui Catut Nama Sejumlah Kampus Tanpa Izin: Kami Mohon Maaf

Kamis, 28 Mei 2026 | 23:09 WIB
Temuan penelitian Elfiany Syafruddin yang mencatut nama UMB (kiri) dan diduga ibu kandung Rifaldy Fajar (kanan). (Instagram/lp2m_umbulukumba - rifaldyfajar)

Rifaldy menegaskan bahwa Aminatus Saadah dan Dimas Fajar tidak terlibat maupun berpartisipasi dalam penyusunan karya ilmiah dalam konferensi tersebut.

“Pencantuman nama tersebut murni kelalaian dan kesalahan penafsiran atas izin penggunaan nama dan bukan bentuk keterlibatan,” tegasnya.

Akui Catut Nama Universitas Tanpa Izin

Salah satu yang disorot dalam kasus tersebut adalah munculnya beberapa nama universitas sebagai asal kampus atau latar belakang pendidikan periset.

“Terkait penggunaan beberapa afiliasi institusi seperti Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Negeri Yogyakarta, Institut Teknologi Bandung, Telkom University Purwokerto, Universitas Tadulako, Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Universitas Terbuka dan Universitas Internasional Semen Indonesia, kami memohon maaf sebesar-besarnya,” ungkapnya.

Rifaldy mengungkapkan bahwa kampus tersebut tidak berkaitan dengan tindakan yang ia lakukan.

“Institusi-institusi tersebut tidak memiliki keterkaitan langsung dengan partisipasi konferensi yang kami ikuti. Namun kami menyadari bahwa penggunaan nama institusi tanpa persetujuan resmi merupakan kekeliruan dari pihak kami,” tuturnya.

Baca Juga: Sempat Ditahan Tentara Israel dalam Misi Kemanusian Gaza, Ronggo Wirasanu Kini Pulang dalam Pelukan Bangga sang Anak

Hal tersebut, kata Rifaldy, akan menjadi evaluasi besar bagi mereka yang terlibat ke depannya agar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam mencantumkan identitas maupun afiliasi.

“Kami juga meminta maaf kepada pihak-pihak lain, termasuk keluarga maupun individu yang namanya ikut terseret akibat situasi ini,” sambungnya.

Sebut Foundation yang Tercantum dalam Penelitian adalah Komunitas Riset

Selain kampus yang dicabut, warganet menyoroti adanya IMCDS-BioMed Research Foundation yang dianggap tidak jelas asal-usulnya.

Mengenai hal tersebut, Rifaldy mengakui bahwa itu adalah sebuah komunitas riset yang dibentuknya.

“Kami juga meminta maaf apabila penggunaan kata ‘Foundation’ menimbulkan kesalahpahaman di publik. Pada dasarnya, ini hanyalah komunitas riset independen yang kami bentuk dengan nama ‘The Integrated Mathematical, Computational and Data Science for BioMedicine Research Community,’” paparnya.

“Kami tidak memiliki institusi resmi ataupun homebase tertentu. Selama mengikuti konferensi, kami tidak pernah mengklaim komunitas ini sebagai lembaga besar atau institusi formal, dan selalu menjelaskan bahwa ini hanyalah komunitas riset independen yang kami bangun sendiri,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini