JURNALMETROPOLITAN.com -- Prof Tan Eng Chye, Presiden National University of Singapore (NUS) menyampaikan orasi di hadapan civitas IPB University.
Orasi itu disampaikannya dalam Sidang Terbuka Dies Natalis ke-60 IPB University di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), Kampus IPB Dramaga, Rabu 4 Oktober 2023
Dalam kesempatan itu, ia memaparkan peran vital perguruan tinggi dalam mengembangkan ekosistem riset, inovasi dan bisnis.
Baca Juga: Atasi Permasalahan PKL di Kawasan Alun Alun, Bima Arya: Kita Bangun Tempat Makan di Dalam Alun Alun
Rektor IPB University, Prof Arif Satria mengatakan, ia merasa bangga dapat menerima Presiden NUS untuk berbagi wawasan kepada warga IPB University.
Prof Arif meyakini bahwa IPB University dan NUS memiliki visi yang sama dalam membangun inovasi dan landasan pembangunan berkelanjutan.
“NUS termasuk dalam jajaran universitas terkemuka di Asia dan 10 besar dunia. Saya berharap, bersama-sama kita dapat membangun sebuah pendekatan yang maju dan mutakhir dalam berbagai aspek, termasuk bidang pertanian tropis, kelautan, dan biosains,” ucapnya.
Baca Juga: Geliatkan Wahana Ngalun Katulampa, Astra Daihatsu Salurkan CSR
Dalam sidang terbuka ini sekaligus ditandatangani memorandum of understanding (MoU) antara IPB university dan NUS. Bidang kerja sama meliputi pendidikan untuk mobilitas mahasiswa dan dosen, termasuk program kredensial mikro; jaringan penelitian pada lingkup pangan, iklim, lingkungan hidup, dan kelautan; penyediaan komunitas seperti program pengabdian, pembelajaran lapangan berdasarkan pengalaman, dan inovasi, khususnya yang menghubungkan Block71 Singapore dengan Science and Techno Park (STP) IPB University.
Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa kolaborasi IPB University dan NUS akan membuka lebih banyak peluang baru yang strategis. Salah satunya adalah Integrated Tropical Peatlands Research Programme (INTPREP) atau Penelitian Lahan Gambut Tropis Terpadu.
“Diharapkan kerja sama IPB University dan NUS akan mengarah pada visi bersama untuk mendukung ketahanan pangan, industri hijau dan bioteknologi, serta mitigasi perubahan iklim,” paparnya.
Baca Juga: Kebun Raya Bakal Unjuk Gigi Dalam Ajang Pameran Tanaman Internasional FLOII 2023
Dalam sidang terbukanya, Prof Tan Eng Chye menegaskan bahwa dalam pengembangan startup dibutuhkan teknologi, talenta dan ekosistem. Teknologi akan memainkan peran yang makin besar untuk memecahkan masalah yang kian kompleks. Di samping itu, perlu adanya program pengembangan dan pertumbuhan talenta secara konsisten.
Artikel Terkait
6 Rekomendasi Cafe Estetik dan Romantis di Bogor, Cocok Untuk Habiskan Waktu Bersama Pasangan
Mau Panjang Umur dan Awet Muda? Ikuti 5 Olahraga Berikut, Mudah Cukup Lakukan di Rumah!
5 Rekomendasi Kafe di Puncak, Solusi Tempat Nongkrong Tengah Malam