JURNAL METROPOLITAN – Tragedi longsor di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau menyebabkan sedikitnya 80 orang dinyatakan hilang.
"Informasi tersebut berdasarkan perkembangan terkini yang diterima Pusdalops BNPB pada hari ini, Senin (6/3), pukul 18.00 WIB," jelas Abdul Muhari, Ph.D.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Selasa (7/3).
Informasi dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menyebutkan jalan raya yang menghubungkan Astaka kea rah koramil setempat lumpuh. Jalan tidak dapat dilalui kendaraan akibat tertutup material longsor.
Baca Juga: Banjir dan Longsor di Manado, Lima Orang Meninggal, 9.382 Jiwa Terdampak
Berdasarkan laporan sebelumnya, bencana tanah longsor ini mengakibatkan 10 warga meninggal dunia. Kejadian ini terjadi pada hari ini, Senin (6/3), pukul 11.15 waktu setempat atau WIB.
Pascabencana, Pusdalops BPBD Provinsi Kepulauan Riau akan terus melakukan pemutakhiran data dampak bencana tanah longsor di wilayahnya.
Lebih dari 60 personel gabungan dari TNI, Polri, SAR, BPBD dan Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna berangkat dengan kapal laut Sasikirana 245.
Baca Juga: Manado Dikepung Banjir dan Longsor, Satu Warga Meninggal
Sementara Pusdalops BNPB menyebutkan jalan raya yang menghubungkan Astaka kea rah koramil setempat lumpuh. Jalan tidak dapat dilalui kendaraan akibat tertutup material longsor. ***