JURNALMETROPOLITAN.com -- Pemerintah Indonesia melakukan berbagai upaya untuk menangani permasalahan polusi udara di Jakarta dan sekitarnya. Permasalahan polusi udara saat ini sedang menghantui warga Jakarta
Pemerintah juga menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker disaat beraktifitas diluar rumah. Hal ini sebagai upaya pencegahan terpaparnya penyakit yang disebabkan oleh kualitas udara yang buruk
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menilai, kualitas polusi udara di Jakarta yang buruk hingga mencapai Particulate Matter (PM2.5) dapat berbahaya bagi kesehatan.
Baca Juga: Dianggap Sudah Tak Ideal, Indeks Kemacetan di Jabodetabek Sentuh Angka 53 Persen
Untuk diketahui, material yang terkandung dalam PM2,5 dapat menyebabkan berbagai gangguan saluran pernafasan seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), kanker paru- paru, kardiovaskular, dan penyakit paru-paru obstruktif kronis..
“Karena tasi PM2,5 itu bisa kena jantung, kanker bisa pernafasan," ungkap Luhut, Jumat 18 Agustus 2023
Luhut juga menegaskan, bahwa persoalan kesehatan tidak memandang jabatan, suku dan agama. Menurutnya, jika kualitas udara buruk maka semua orang bisa ikut kena dampaknya.
"Enggak ada lintas, enggak ada pangkat, enggak ada jabatan, enggak ada menteri, enggak ada menko, enggak ada presiden, enggak ada siapapun bisa kena. Jadi kita engga ada agama kau apa, suku kau apa, semua bisa kena,” jelasnya
Dia mengungkapkan, seluruh pihak harus kompak dalam menghadapi polusi udara yang memburuk ini. Salah satunya dengan mematuhi segala hal yang telah dianjurkan oleh pemerintah.
“Jadi anak kecil, orang tua. Jadi kita semua harus kompak hadapi ini (polusi udara Jakarta). Jadi apapun itu yang diberikan pemerintah kita nurut, karena kalau tidak, kita jadi korbannya,” ungkapnya.
Baca Juga: Mau Healing Dengan Udara yang Segar? Disini Tempatnya
“Jadi sekarang harus kita wajibkan mulai gunakan masker lagi. Pertama teman-teman Polisi itu, semua kemarin harus pakai masker,” imbuh Luhut.