"Upaya pencegahan sampai dilakukan gas air mata, karena sudah merusak mobil (polisi) dan akhirnya gas air mata disemprotkan," terang Nico.
Dari sanalah, ribuan Aremania yang masih ada di tribune Stadion Kanjuruhan, panik dan mencari pintu keluar. Puncaknya, mereka berebut untuk menuju pintu 10 dan 12 sehingga terjadi penumpukan yang berujung tewasnya 129 orang.
Hal itulah yang juga menurut dokter RSSA Malang, dr Kohar Hari Santoso, menjadi penyebab terbanyak kematian Aremania di Stadion Kanjuruhan.
Menurut dr Kohar Hari Santoso mayoritas para korban meninggal karena benturan ketika berdesakan ingin keluar dari stadion.
Tragedi sepak bolah ini juga mengundang empati Presiden FIFA Gianni Infantino. Ia menyebut tragedi Kanjuruhan sebagai hari tergelap bagi dunia sepak bola.
Baca Juga: Berduka, Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan Sementara
Infantino mengatakan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan membuat kaget karena banyak memakan banyak korban jiwa.
Infantino pun mengatakan bahwa sepak bola sedang mengalami hari tergelapnya dengan terjadinya insiden di laga Arema FC vs Persebaya.
Ia pun menyampaikan duka mendalam terhadap korban jiwa dalam insiden tersebut.
Atas insiden tersebut, operator Liga 1 2022/2023, PT LIB telah resmi menyatakan penundaan kompetisi sementara akibat imbas dari tragedi memilukan tersebut. Dalam keterangannya, lanjutan pekan ke-11 kompetisi Liga 1 akan ditunda selama satu pekan.***