JURNAL METROPOLITAN - KTT G20 atau Konferensi Tingkat Tinggi G20 akan berlangsung selama dua hari, 15-16 November 2022.
Meski hanya kegiatan berdurasi dua hari, persiapannya dilakukan jauh-jauh hari. Bukan itu saja, sebenarnya KTT G20 di Bali tersebut menjadi puncak dari rangkaian yang sudah dilakukan sebelumnya.
Terhitung setahun sebelumnya dari laman kemenkopmk.go.id mencatat sebanyak 438 kegiatan atau side event KTT G20 telah dilakukan di 25 kota di Indonesia.
Baca Juga: FIFA Fasilitasi Penerbangan Charter Tel Aviv-Doha Selama Piala Dunia
Yang baru saja di gelar adalah pertemuan Religion 20 yang telah dilangsungkan di Yogyakarta awal November 2022 lalu. Pertemuan Religion 20 juga merupakan rangakaian KTT G20 tersebut.
Indonesia sebagai tuan rumah pelaksanaan KTT G20 tentu selain harus menyiapkan diri ada keuntungan yang didapat Indonesia.
Staf Ahli Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Kemaritiman Kemenko PMK Nyoman Shuida menjelaskan, penyelenggaraan rangkaian kegiatan KTT G20 telah membawa dampak langsung sekaligus membawa sebuah peluang besar bagi Indonesia.
KTT G20 telah menghidupkan sektor hospitality di Bali yang sebelumnya berhenti selama pandemi Covid-19. Dengan digelarnya KTT G20 sektor hospitality business membutuhkan banyak tenaga kerja.
Baca Juga: FIFA Tolak Denmark Pakai Kaos dengan Pesan Hak Asasi Manusia
Nyoman Shuida juga mengatakan masyarakat luas bisa merasakan secara langsung dampak KTT G20. Hal itu bisa dilihat dari peluang di sektor transportasi, akomodasi, UMKM, hingga pariwisata.
Manfaat dari KTT G20 juga akan terasa di sektor Kesehatan. Dalam konferensi akan ada tiga hal yang akan dibahas terkait sektor kesehatan, seperti sistem ketahanan kesehatan global, harmonisasi standar protokol kesehatan global, serta pengembangan pusat studi serta manufaktur untuk pencegahan, persiapan dan respons terhadap krisis kesehatan yang akan datang.
"Tiga pembahasan tersebut bertujuan agar kolaborasi negara-negara G20 dapat merespons ancaman krisis kesehatan global seperti misalnya pandemi Covid-19 yang lalu," ungkapnya.
Selain itu dampak baik KTT G20 adalah peluang menjalin hubungan kerja sama yang baik di antara sesama negara peserta KTT G20. Di antaranya sarana menjalin perdagangan ekspor maupun impor. ***