nasional

Empat Penyebab Kerusakan Gempa Cianjur Menurut BMKG

Sabtu, 3 Desember 2022 | 06:45 WIB
Sebuah bangunan SDN Suka Maju Cianjur luluh lantah akibat gempa bumi M5.6, Senin 21 November 2022. (Dok. BNPB)

JURNAL METROPOLITAN - Setidaknya ada empat penyebab kerusakan parah akibat gempa bumi yang terjadi di Cianjur, Jaa Barat menurut kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Keempat faktor itu perlu ditekankan karena informasi itu sangat penting dalam proses pembangunan atau rekonstruksi kembali di wilayah-wilayah terdampak gempa bumi tersebut," jelas Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, di Jakarta, Jumat malam.

Dwikorita menjelaskan mengapa gempa itu sangat merusak? Karena dikontrol oleh faktor kedalaman pusat gempa yang dangkal sekitar 11 kilo meter. Bahkan gempa-gempa susulan ada yang hanya lima kilo meter.

Baca Juga: Gempa Cianjur: 318 Warga Meninggal Dunia, 14 Orang Masih Dalam Pencarian

"Faktor kedua penyebab kerusakan bangunan akibat lokasi pemukiman berada pada tanah lunak atau tanah lepas," kata dia.

Kondisi itu, kata Dwikorita, menyebabkan efek amplikasi yang artinya apabila gelombang gempa merambat pada tanah tersebut akan mengalami penguatan.

Faktor ketiga akibat pengaruh topografi karena banyak bangunan berada di tepi lereng atau lembah yang mengakibatkan peningkatan intensitas guncangan dan kerusakan, kata dia.

Selanjutnya, faktor terakhir akibat struktur bangunan yang tidak memenuhi standar aman gempa.

Menurut Dwikorita, berdasarkan hasil pemantauan lapangan yang dilakukan BMKG, banyak rumah tembok tanpa besi, struktur kolom dan balok bangunan lemah, serta struktur kolom dan balok bangunan tetapi dinding tembok lemah.

Baca Juga: Gempa Susulan Kembali Guncang Cianjur, Pagi Ini Berkekuatan Magnitudo 2,8

"Jadi, ada empat faktor sebetulnya yaitu kedalaman, kondisi tanah, kondisi topografi, dan kondisi struktur," kata Dwikorita.***

Tags

Terkini