nasional

Warga Kecamatan Cugenang Cianjur Harus Tahu Informasi BMKG Ini

Sabtu, 3 Desember 2022 | 11:55 WIB
Sesar Cimandiri disebut-sebut sebagai pemicu terjadinya gempa di Cianjur lalu.

JURNAL METROPOLITAN - Pascagempa Cianjur yang terjadi November 2022 lalu Kecamatan Cugenang diketahui merupakan lokasi yang paling berdampak.

Korban meninggal mencapai ratusan. Bahkan setelah dua minggu masih ada warga yang belum ditemukan.

Terdapat ribuan rumah yang rusak berat hingga jalan yang terputus akibat guncangan gempa 5,6 magnitudo terebut. Keadaan itu membuat warga di Kecamatan Cugenang harus mengungsi.

Baca Juga: Empat Penyebab Kerusakan Gempa Cianjur Menurut BMKG

Di Kecamatan Cugenang itu pula diketahui gempa susulan masih dirasakan. Disebutkan gempa susulan mencapai ratusan kali.

Ada apa di Kecamatan Cugenang dan apa yang menyebabkan itu tejadi?

Menurut analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terdapat keaktifan sumber gempa pada area sistem Sesar Cimandiri.

Mengejutkan karena keaktifan sumber gempa pada area sistem Sesar Cimandiri tersebut mencakup Kecamatan Cugenang dan sebagian Kecamatan Pacet.

Baca Juga: Gempa Cianjur: 318 Warga Meninggal Dunia, 14 Orang Masih Dalam Pencarian

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati pada jumpa pers di akun YouTube BMKG, Jumat (2/12/2022) menegaskan tidak semua desa masuk zona tersebut tetapi hanya sebagian desa saja.

Dengan hasil analisis BMKG tersebut, Dwikorita mengingatkan agar warga di Kecamatan Cugenang dan Kecamatan Pacet menghindari mendirikan bangunan tetap.

Dwikorita memberi saran jika ingin hunian tetap bisa dilakukan di Sirnagalih dan Murnisari untuk skenario satu, serta skenario dua di wilayah Cipendawa.

Berikut desa-desa di Kecamatan Cugenang yang menurut BMKG dihindari untuk hunian tetap yaitu:

1. Desa Ciputri,
2. Desa Pasir Sarongge
3. Desa Galudra,
4. Desa Nyelindung,
5. Desa Sukamulya,
6. Desa Sarampad,
7. Desa Talaga
8. Desa Salakawung,
9. Desa Desa Cirumput,
10. Desa Cibulakan.

Halaman:

Tags

Terkini