nasional

Rawan Lontaran Batu Erupsi Gunung Semeru, Daerah Ini Harus Waspada

Rabu, 7 Desember 2022 | 11:00 WIB
Erupsi Gunung Semeru pada Minggu, 4 Desember 2022 yang ditandai dengan Awan Panas Guguran (APG). (PVMBG/CoverBothSide.com)

JURNAL METROPOLITAN- Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebut hingga Selasa (6/12/2022) tersisa 699 warga yang masih berada di pengungsian akibat erupsi Gunung Semeru.

Warga yang masih mengungsi tersebut merupakan warga yang tempat tinggalnya berada di zona merah.

Seperti diketahui erupsi Gunung Semeru pada Minggu (4/12/2022) mengeluarkan abu vulkanik, yang Awan Panas Guguran (APG)nya mencapai 19 km.

Baca Juga: Tim Gabungan Dirikan Dapur Umum Pasok Konsumsi 781 Pengungsi APG Semeru

Akibat APG tersebut terdapat lima desa di empat kecamatan yang terdampak abu vulkanik.

Kelima desa terdampak erupsi Gunung Semeru terdiri dari Desa Pasirian di Kecamatan Pasirian, Desa Sumberwuluh dan Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro, Desa Sumberurip di Kecamatan Pronojiwo, Desa Sumbersari di Kecamatan Rowokangkung.

Selain itu data Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan ternak mati ada 29 ekor ternak mati, jembatan terdampak ada dua unit serta tiga ruas jalan terdampak.

Juga terdapat 71 hektare lahan pertanian terdampak dan fasilitas pendidikan terdampak ada satu serta empat tempat ibadah terdampak.

Baca Juga: Tidak Seperti Tahun Lalu, Arah Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Terpecah

Karena dinilai masih rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) minta masyarakat waspada.

PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 8 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru.

Khusus untuk masyarakat di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat harus waspada terhadap potensi APG, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah terutama di hulu puncak Gunung Semeru.***

Tags

Terkini