JURNAL METROPOLITAN - Penanganan kesehatan bagi korban terdampak gempa yang terjadi Senin (21/11/2022) masih terus dilakukan oleh semua pihak.
Salah satu yang sangat dibutuhkan adalah penanganan kesehatan. Selain banyak korban meninggal yang diperkirakan masih terus bertambah karena masih tertimbun longsor, para korban terdampak gempa juga harus dipantau kesehatannya.
Bahkan saat berada di pengungsian ada yang sudah waktunya melahirkan. Salah satu pengungsi yang tercatat melahirkan saat berada di pengungsian bernama Dewi.
Beruntung, usai persalinan darurat di pengungsian, Dewi disambangi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dewi dalam kesempatan itu minta saran nama kepada Gubernur.
Baca Juga: Ini Wajah Rafathar Saat Argentina Kalah di Piala Dunia 2022
Dalam akun media sosial Instagram Ridwan Kamil, nama bayi perempuan itupun diberi nama Gempita Shaliha Kamil. Selain Dewi, Ridwan Kami menyebut ada dua lagi yang melahirkan di tenda pengungsian.
Pentingnya bantuan kesehatan membuat Pusdokkes Polri ikut turun tangan dengan menurunkan sebanyak 54 personel Pusdokkes Polri ke daerah terdampak gempa di Kabupaten Cianjur.
Tim Pusdokkes Polri itu terdiri dari 14 personel berasal dari Pusdokkes Polri, yakni 7 dokter, 5 perawat dan petugas non medis sebanyak 2 personel.
Dari Rumah Sakit Bhayangkara sebanyak 10 personel yang diturunkan terdiri dari 4 dokter spesialis, 4 perawat dan 2 orang non medis.
Baca Juga: Belum 24 Jam Galang Dana Korban Gempa Cianjur, Lesti Kejora Kumpulkan Lebih dari Rp 100 Juta
Dari Biddokkes Jawa Barat ada 21 personel yang terdiri dari 3 dokter spesialis forensik, 1 dokter spesialis radiologi kedokteran gigi, 3 dokter umum, 3 perawat, 1 apoteker dan 9 orang non medis,"
Tim Dokkes juga akan mengoptimalkan kamar operasi, memperbanyak daya tampung pasien dengan menambah tenda, menambah dokter spesialis orthopedi dan anak.
Juga melaksanakan kegiatan ke kantong-kantong pengungsian dan kunjungan layanan kesehatan, melakukan evakuasi pasien, melakukan koordinasi lanjutan ke BPBD dan Dinkes serta instansi terkait dan menginventarisasi kebutuhan Rumah Sakit Bhayangkara Cianjur dalam rangka penanganan korban.
Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Dedi Prasetyo Rabu (23/11/2022) menjelaskan tim kesehatan dari Pusdokkes Polri dan Rumah Sakit Bhayangkara serta Dokkes Polda Jawa Barat pada hari Selasa, 22 November 2022 pukul 07.00 WIB berangkat menuju lokasi terdampak gempa.
Artikel Terkait
Gempa Cianjur Sebabkan Longsor Jalur Cianjur-Puncak, PUPR Kerahkan 5 Excavators
KAI Operasikan Rail Clinic, 2 Unit Ambulance dan Serahkan Bantuan Rp 50 Juta untuk Korban Gempa Bumi Cianjur
Update Gempa Cianjur, BNPB Nyatakan 40 Warga Masih Hilang dan 271 Orang Meninggal Dunia
Belum 24 Jam Galang Dana Korban Gempa Cianjur, Lesti Kejora Kumpulkan Lebih dari Rp 100 Juta
Gempa Susulan Masih Terus Guncang Cianjur