JURNAL METROPOLITAN - Asosiasi federasi seak bola dunia (FIFA) memfasilitasi kehadiran para penggemar Israel dan Palestina bisa datang ke Doha-Qatar dengan penerbangan charter langsung dari Tel Aviv-Doha.
FIFA mengatakan pihaknya menengahi kesepakatan yang akan memungkinkan pemegang tiket pertandingan dan ID penggemar Hayya yang valid pada penerbangan dari bandara Ben Gurion di Tel Aviv ke Hamad International Doha selama acara satu bulan itu.
"Perjanjian itu berlaku untuk semua warga Palestina, termasuk mereka yang tinggal di Tepi Barat yang diduduki Israel, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza," jelas seorang pejabat Qatar.
Baca Juga: Menlu Qatar Kecam Negara yang Serukan Boikot Piala Dunia
Menurutnya, dengan kesepakatan ini, warga Israel dan Palestina akan dapat terbang bersama dan menikmati sepak bola bersama," kata Presiden FIFA Gianni Infantino dalam sebuah pernyataan.
Perjanjian tersebut mengharuskan pemegang tiket Palestina dan media "untuk melakukan perjalanan dengan penerbangan sewaan ini tanpa batasan karena mereka memiliki hak yang sama untuk menikmati turnamen", juru bicara Q22 yang tidak disebutkan namanya, operator turnamen Qatar, mengatakan dalam pernyataan FIFA.
Perdana Menteri Israel Yair Lapid mengatakan negosiasi selama beberapa bulan menghasilkan kesepakatan untuk membuka "kantor Israel di Qatar untuk memberikan layanan kepada penggemar yang datang ke Piala Dunia".
Kementerian luar negeri Israel menambahkan dalam sebuah pernyataan bahwa "disepakati bahwa tim konsuler Israel akan memberikan layanan konsuler kepada warga Israel (menghadiri Piala Dunia)".
Juru bicara kementerian luar negeri Israel mengatakan tim konsuler Israel akan berbasis di Qatar selama turnamen, yang pertama diadakan di Timur Tengah dan yang berlangsung dari 20 November hingga 18 Desember. juru bicaramengatakan mereka akan menjadi warga negara Israeldengan keahlian di lapangan.
Baca Juga: Inilah Daftar Pemain yang Terpaksa Absen di Piala Dunia karena Cedera
Ketika dimintai komentar mengenai rencana konsulerIsrael, pejabat Qatar menunjuk Reuters ke pernyataanFIFA yang mengatakan bahwa perusahaan perjalananyang berbasis di Doha akan, berkoordinasi dengan
kementerian luar negeri Israel, memberikan bantuankonsuler kepada pengunjung Israel di Qatar selamaPiala Dunia.
Pada bulan Juni, ketika Israel mengumumkan bahwa warga dapat menghadiri Piala Dunia di Qatar, Lapid, yang juga menteri luar negeri, mengatakan "membuka pintu baru bagi kita untuk menghangatkan
hubungan".
Perjanjian penerbangan langsung tidak mengubah sikap Qatar dalam menormalkan hubungan denganIsrael yang terkait dengan negara Palestina, kata pejabat Qatar.
"Ini adalah bagian dari komitmen Qatar terhadap persyaratan tuan rumah FIFA dan itu tidak boleh dipolitisasi," kata pejabat itu. "Karena kesepakatan ini, Palestina sekarang akan dapat menikmati Piala Dunia
pertama di dunia Arab dan Muslim."***