JURNAL METROPOLITAN - Ratusan orang menjadi korban dalam kerusuhan yang terjadi pasca pertandingan Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10).
Selain adanya korban jiwa dari pihak suporter dan anggota polisi, akibat kerusuhan tersebut setidaknya 13 kendaraan dilaporkan rusak. Dimana 10 mobil diantaranya milik kepolisian dan tiga lainnya adalah mobil pribadi.
Baca Juga: Berduka, Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan Sementara
"Ada 13 mobil yang rusak, 10 di antaranya mobil dinas milik Polri antara lain mobil patroli, mobil truk Brimob, mobil patwal, mobil Brimob, mobil K9 dan juga ada mobil pribadi," ungkap Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta kepada wartawan, Minggu (2/10).
Dia menambahkan tragedi itu juga menyebabkan dua orang polisi yang bertugas di Stadion Kanjuruhan meninggal dunia. Sedangkan satu polisi lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Batu.
Baca Juga: Buntut Kericuhan, PSSI Larang Arema FC Jadi Tuan Rumah Liga 1 2022/2023 Sampai Selesai Musim
Sementara korban meninggal dunia dikabarkan terus bertambah hingga saat ini, namun belum ada release resmi dari Polda Jatim terkait jumlah pasti korban meninggal dunia akibat kerusuhan ini.***
Artikel Terkait
125 Suporter dan 2 Polisi Meninggal Dunia, Korban Kerusuhan Stadion Kanjuruhan
Menpora Amali Minta PSSI dan LIB Investigasi Tragedi di Markas Arema FC
Iriawan: Hentikan Sementara Kompetisi Liga 1 2022/2023, PSSI Turunkan Tim Investigasi
Buntut Kericuhan, PSSI Larang Arema FC Jadi Tuan Rumah Liga 1 2022/2023 Sampai Selesai Musim
Berduka, Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan Sementara