JURNAL METROPOLITAN - Radot Valentino Simanjutak atau yang akrab disapa Valentino Jebret, menyatakan mundur diri dari Host dan Komentator Liga 1 2022/2023.
Valentino Jebret mengaku tak habis pikir bagaimana bisa dalam sebuah pertandingan bisa ada korban nyawa berjatuhan bahkan sampai ratusan orang.
"Shock kaya kena mental. Ini rasa frustasi kecewa saya. Kok bisa sampai ratusan meninggal dunia. Kayanya cukup adalah cukup," kata dia dikutip dari YouTube Deddy Corbuzier, Rabu (5/10).
Valentino Jebret mengungkapkan dirinya shock dan tak habis pikir karena korban berjatuhan ini bukan disebabkan oleh kerusuhan antar suporter, ada penyebab lain yang menyebabkan tragedi Kanjuruhan terjadi.
Menurut dia, tragedi Kanjuruhan terjadi karena proses penanganan dan keamanan di dalam stadion
"Ini bukan antar suporter. Ini lebih kepada proses penanganan dan keamanan di dalam stadion," kata dia.
Baca Juga: Stadion Kanjuruhan, Tragedinya Menyebar ke Penjuru Dunia
Lebih lanjut, ia mengungkapkan yang paling menyedihkan baginya adalah ketika banyak anak di bawah umur dan ibu-ibu tidak bisa menyelamatkan diri.
"Gue sering ngomong sekarang sepak bola indonesia asik, lo bisa bawa keluarga lu datang. Jangan takut lagi. Stadion itu tempat yang ramah. Karena beberapa musim terakhir, dengan semakin banyak wanita dan ibu datang dan ini menandakan mereka aman di stadion. Ini yang membuat saya mengatakan ayo datang ke stadion, karena sensasinya berbeda," imbuhnya.
"Ketika saya ngomong aman, mereka percaya, apakah saya berdosa?. Pada kenyataannya, ternyata stadion mengerikan kaya kemarin. Mungkin merasa aman karena ga ada suporter lawan. Tapi ada hal lain yang terjadi. Kondisi mereka kan karena gas air mata menurut pemberitaan. Gue bayangkan itu, dan gue pernah ngomong datang aja ke stadion. Bayangin kalau kita bawa anak kita dan bawa ke stadion lalu ada kejadian seperti itu," tukasnya.***
Artikel Terkait
Presiden Arema FC Gilang: Berikan Pelayanan Maksimal Penanganan Korban Stadion Kanjuruhan
Bertugas di Stadion Kanjuruhan dari Trenggalek dan Tulungagung, Kembali Tinggal Nama
Tragedi Kanjuruhan Kapolri Listyo Sigit Prabowo Copot Kapolres Malang, Pemerintah Bentuk Tim Pencari Fakta
Tragedi Kanjuruhan Pintu Ke Luar Tak Dibuka? Mati Lampu? Siapa Salah?
Stadion Kanjuruhan, Tragedinya Menyebar ke Penjuru Dunia