Infantino Calon Tunggal Presiden FIFA Empat Tahun ke Depan

photo author
Mulya Achdami, Jurnal Metropolitan
- Jumat, 18 November 2022 | 06:40 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino, FIFA akan pantau akun media sosial tiap Pemain.*
Presiden FIFA Gianni Infantino, FIFA akan pantau akun media sosial tiap Pemain.*

JURNAL METROPOLITAN - Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi calon tunggal dalam pemilihan pimpinan FIFA untuk empat tahun ke depan.

Infantino secara resmi akan dipilih kembali untuk jabatan sebagai Presiden Badan Sepak bola Dunia dalam pemilihan berikutnya pada bulan Maret 2023.

Dikutip dari laman FIFA, Kamis (17/11/2022) Infantino, yang mendapat dukungan luas dari konfederasi dan asosiasi nasional, adalah satu-satunya nama yang diajukan sebelum tenggat waktu Rabu (16/11/2022).

Baca Juga: Presiden FIFA: Sedikitnya Tiga Juta Orang Datang ke Qatar Saksikan Piala Dunia

Pria berusia 52, telah berkampanye keras selama sebulan terakhir, mencari dukungan individu dari asosiasi nasional, dan secara signifikan memperkuat posisinya.

Pria kelahirian 23 Maret 1970 itu akan terpilih kembali pada kongres FIFA di Rwanda pada bulan Maret untuk masa jabatan ketiga.

Infantino memenangkan kursi kepresidenan FIFA pada 2016 dalam periode tiga tahun pertama, menggantikan Sepp Blatter, dan terpilih kembali pada 2019.

Pria asal Swiss itu tak lupa berterima kasih kepada lebih dari 200 anggota asosiasi yang menurut FIFA telah menawarkan dukungan kepadanya untuk masa jabatan berikutnya sebagai Presiden.

"Saya hanya ingin, karena sekali lagi ini adalah pertama kalinya saya berbicara di depan umum hari ini, untuk mencatat terima kasih saya yang sebesar-besarnya kepada lebih dari 200 anggota asosiasi FIFA, enam konfederasi yang telah mendukung saya," kata Infantino dalam sebuah pernyataan.

"Saya merasa rendah hati dan terhormat bisa melayani komunitas sepak bola global selama empat tahun ke depan."

Baca Juga: FIFA Fasilitasi Penerbangan Charter Tel Aviv-Doha Selama Piala Dunia

Infantino dengan cepat naik dari jabatannya sebagai sekretaris jenderal UEFA ke salah satu posisi paling kuat di dunia olahraga.

Pejabat Swiss itu mengalahkan Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa dari Bahrain di putaran final pemilu 2016 itu setelah Pangeran Ali Bin Al Hussein dari Yordania dan Jerome Champagne dari Prancis tersingkir.

Tapi dia berutang pencalonannya pada fakta bahwa kandidat pilihan Eropa, mantan bosnya dan presiden UEFA Michel Platini, dilarang bermain sepak bola bersama dengan Blatter karena pelanggaran etika.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mulya Achdami

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X