ekonomi-bisnis

Pelaku Ekraf Bali Matangkan Pembentukan Bali Creative Board

Minggu, 19 April 2026 | 19:38 WIB
Puluhan pelaku ekonomi kreatif Bali bahas pembentukan Bali Creative Board sebagai organisasi payung lintas sektor, target segera diresmikan. (Dok. ICCN)

 

 

JURNALMETROPOLITAN.com - Para pelaku ekonomi kreatif dan digital Bali kembali berkumpul untuk mematangkan rencana pembentukan Bali Creative Board (BCB), sebuah organisasi payung yang akan menghimpun pelaku ekraf dan digital di Bali.

Pertemuan kedua ini berlangsung pada Kamis, 16 April 2026, di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Sebelumnya, pertemuan pertama telah digelar pada 2 Februari 2026 dengan suasana yang masih bersifat silaturahmi, perkenalan, dan brainstorming awal. Sementara pada pertemuan kedua ini, pembahasan sudah masuk ke tahap yang lebih konkret, yaitu membahas desain organisasi BCB.

Sebanyak 33 organisasi, perkumpulan, dan asosiasi pelaku ekonomi kreatif, baik dari sub-sektor maupun lintas sub-sektor, diundang dalam pertemuan ini. Mereka datang dari berbagai bidang, mulai dari aplikasi, game, arsitektur, desain, kriya, kuliner, film, musik, fotografi, hingga komunitas lintas sektor.

Baca Juga: Viral Adu Mulut Pemotor dan Jukir yang Minta Uang Parkir di Kawasan Parkir Digital Surabaya: Nggak Ada QRIS, ya Nggak Bayar

Dalam forum tersebut, para peserta sepakat bahwa Bali Creative Board akan dibentuk sebagai federasi, yaitu organisasi yang anggotanya adalah organisasi. Artinya, BCB bukan wadah untuk individu, melainkan rumah bersama bagi asosiasi, perkumpulan, komunitas, dan organisasi pelaku ekonomi kreatif dan digital di Bali.

Tidak sampai sebulan ke depan, akan digelar pertemuan final yang ditargetkan menjadi momentum peresmian pembentukan BCB, sekaligus penentuan ketua dan susunan pengurus awal.

Selain itu, proses pendataan juga akan terus dilakukan untuk menjangkau lebih banyak organisasi ekraf dan digital yang ada di Bali, termasuk yang tersebar di sembilan kabupaten/kota, agar dapat diajak bergabung ke dalam BCB.

Konseptor Bali Creative Board sekaligus koordinator sementara pembentukannya adalah Dr. Made Artana, Rektor Primakara University yang juga dikenal sebagai salah satu penggiat ekonomi kreatif dan digital di Bali. Made Artana juga menjabat sebagai salah satu deputi dalam kepengurusan ICCN (Indonesia Creative Cities Network).

Baca Juga: Jejak Panjang Kebun Raya Bogor: Dari Hutan Prabu Siliwangi hingga Warisan Dunia

Made Artana mengatakan, Bali membutuhkan wadah bersama yang mampu mengonsolidasikan kekuatan pelaku ekonomi kreatif dan digital agar lebih solid dan memiliki posisi tawar yang lebih kuat.

"Bali memiliki potensi yang sangat besar di bidang ekonomi kreatif dan digital. Kita punya kekayaan adat, budaya, tradisi, talenta kreatif, dan pasar yang kuat. Semua potensi ini perlu dihimpun dalam satu wadah bersama agar pelaku ekraf dan digital Bali memiliki posisi tawar yang lebih kuat, bisa berkolaborasi lebih efektif, dan mampu mengambil peran yang lebih besar dalam masa depan ekonomi Bali," ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran BCB diharapkan bisa memainkan peran yang mirip dengan Bali Tourism Board (BTB) dalam industri pariwisata.

Halaman:

Tags

Terkini