Akhiri "Area Abu-abu", Danantara Tarik Garis Tegas Antara Asuransi Umum dan Penjaminan Kredit

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 3 Februari 2026 | 09:00 WIB
Foto ilustrasi: Danantara lakukan pemisahan asuransi umum dan penjaminan kredit. (Freepik/rawpixel.com)
Foto ilustrasi: Danantara lakukan pemisahan asuransi umum dan penjaminan kredit. (Freepik/rawpixel.com)

JURNALMETROPOLITAN.com – Danantara bergerak cepat membedah sengkarut definisi bisnis di tubuh asuransi BUMN. Fokus utama tertuju pada pemisahan saklek antara portofolio General Insurance dan Credit Insurance (Penjaminan) yang selama ini kerap tumpang tindih.

Langkah ini krusial, menurut Dony Oskaria Kepala Badan Pengaturan BUMN yang sekaligus COO Danantara Indonesia, untuk menyelamatkan mandat Askrindo dan Jamkrindo sebagai tulang punggung penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dia mengatakan kajian mendalam tengah dilakukan untuk memastikan lini bisnis penjaminan benar-benar "murni" dan terpisah dari risiko asuransi kerugian biasa.

"Kita sedang memilah, mana yang murni general insurance dan mana yang murni guarantee. Tidak boleh lagi ada area abu-abu yang membingungkan secara tata kelola," kata Dony dalam Investor Daily Roundtable dengan tema “Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia”.

Baca Juga: Viral Keluhan Warga Way Bungur Lamtim, Seberangi Sungai Tanpa Jaminan Keselamatan hingga Pengakuan Permintaan Hapus Video dari Wagub Lampung

Keseriusan ini dibuktikan dengan intensitas pertemuan tingkat tinggi antara Danantara dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tercatat, dua kali pertemuan digelar dalam sebulan terakhir khusus untuk memetakan risiko dan regulasi pemisahan ini.

Sementara menurut OJK, pemisahan ruang ini untuk membuat pelaku industri itu kuat dari segi permodalan dan penerapan manajemen risiko bisa berjalan dengan baik.

“Jika semuanya terpenuhi, baik itu permodalan dan manajemen risikonya, bisa menjadi jaminan untuk pertumbuhan ekonomi di masa depan akan lebih sustain,” ucap Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono beberapa waktu lalu.

Dengan strategi ini, Danantara ingin memastikan setiap entitas memiliki spesialisasi yang tajam: Asuransi Umum fokus pada proteksi kerugian aset, sementara Holding Penjaminan fokus menjadi benteng risiko kredit nasional

Di waktu dan tempat terpisah, pengamat Asuransi Wahju Rohmanti menilai IFG tepat sebagai holding asuransinya kedepannya karena memiliki tujuan jelas yaitu memperkuat perusahaan-perusahaan asuransi BUMN melalui pengelolaan yang terpusat.

Baca Juga: Wakil Ketua ICCN Raffi Ahmad Kunjungi Subang dan Akan Bawa Harapan Baru bagi Ekraf Lokal

“Tentu implementasinya adalah agar mereka (perusahaan asuransi dan reasuransi BUMN) beroperasi efisien dan sehat secara keuangan,” ujar Wahju beberapa Waktu lalu.

Lebih lanjut, dirinya menekankan pentingnya kewenangan penuh bagi IFG, termasuk melakukan restrukturisasi jika ada anggota holding yang mengalami sakit atau masalah keuangan.

Sependapat dengan Wahju, pengamat Asuransi Irvan Rahardjo memberikan dukungan terhadap konsep IFG sebagai rumah besar asuransi BUMN. “IFG bagus menjadi rumah besar holding asuransi," ujarnya singkat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X