Pneumonia, infeksi telinga, dan bronkitis semuanya bisa disebabkan oleh flu atau pilek.
Infeksi bakteri adalah penyebab paling umum pneumonia pada orang dewasa.
Pneumonia bakteri menyebabkan alveoli paru-paru meradang dan terisi cairan yang dapat mempengaruhi salah satu atau kedua paru-paru.
Karena terjadi peradangan dan cairan di paru-paru, itulah yang membuat pasien menjadi kesulitan bernapas.
Baca Juga: Ada yang Baru Nih! Taman Burung dan Panahan di Rivera Bogor, Yuk Cek Promonya Disini!
Pneumonia sering disalahartikan sebagai flu yang parah
Gejala pneumonia bisa bermacam-macam karena mungkin menyerupai gejala pilek dan flu biasa, termasuk demam, kesulitan bernapas, nyeri dada, dan batuk berdahak atau lendir.
Sedangkan gejala flu biasa umumnya adalah batuk kering yang membuat hidung menjadi tersumbat.
Karena itu, penanganan pneumonia bisa saja terlambat karena banyak yang menduga kalau itu adalah flu yang membandel.
Karena itu, tanpa perawatan dan penanganan medis yang cepat, pneumonia akibat flu ini bisa makin membuat tumpukan cairan di paru-paru makin banyak.
Kondisi bisa memburuk ketika virus akhirnya menyebar lewat aliran darah dan membuat gangguan pernapasan akut.
Baca Juga: Kemenkop Siap Fasilitasi Gakoptindo Jalin Kerja Sama dengan BGN untuk Masuk Program MBG
Bagaimana cara mencegah pneumonia?
Dapatkan vaksinasi flu setiap tahun untuk membantu mencegah penyebaran flu, dan mengurangi gejala flu.
Sering-seringlah mencuci tangan karena hal tersebu tidak bisa dilakukan terlalu banyak selama musim pilek dan flu.
Artikel Terkait
Libur Natal dan Tahun Baru, Kebun Raya Bogor Hadirkan Pekan Budaya Nusantara
Nah Loh! Komika Fico Fachriza Diduga Terseret Kisruh Pinjaman Uang, Ini Kronologinya!
Di-spill Soimah, Ini Alasan Juara Satu Pencarian Bakat di TV Tak Selalu Jadi yang Paling Populer, Ternyata Gegara Ini