"Sementara seorang ayah akan menggunakan putranya sebagai penengah untuk menghindari konflik dalam pernikahannya," sambung Kiley.
Pada akhirnya, dinamika pernikahan ini menciptakan anak yang merasa terbebani oleh keadaan emosional ibunya dan berada dalam siklus 'abadi' yang hanya ingin menyenangkan ayahnya.(*)