Waspada! Ini Penyebab Sering Digigit Nyamuk, Nomer 5 Jarang Orang Ketahui

photo author
M Taufik, Jurnal Metropolitan
- Sabtu, 12 Agustus 2023 | 11:30 WIB
Ilustrasi nyamuk (Pixabay)
Ilustrasi nyamuk (Pixabay)


JURNALMETROPOLITAN.com -- Nyamuk adalah salah satu hewan serangga yang cukup mengganggu bagi kehidupan manusia. Selain dampak yang ditimbulkan juga dapat menyakiti kita, kehadirannya juga terkadang membuat kita merasa risih.

Nyamuk hewan termasuk serangga yang tergolong pada ordo Diptera, dan tergolong dalam famili Culicidae; genus yang berada dalam kelompok ini mencakup Anopheles, Culex, Psorophora, Ochlerotatus, Aedes, Sabethes, Wyeomyia, Culiseta, dan Haemagoggus untuk jumlah.

Keseluruhan sekitar 35 genera yang merangkum 2700 spesies. Nyamuk ini hewan kecil dan unik yang mematikan di dunia, hewan ini umumnya tumbuh dan berkembang di daerah tropis juga membawa berbagai penyakit, uniknya hewan ini berbeda beda cara dan tempat untuk berkembangnya.

Baca Juga: 4 Tips Sebelum Memulai Olahraga, Perhatikan Jika Tak Mau Cedera

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh kita agar terhindar dari gigitan nyamuk. Salah satunya adalah dengan menyemprotkan obat pembasmi nyamuk di dalam ruangan, dan mengoleskan krim anti nyamuk pada tubuh kita.

Namun, tahukah kalian, ternyata ada beberapa penyebab sering digigit nyamuk? Dalam artikel ini, Jurnalmetropolitan.com akan mengulas penyebab kita sering digigit nyamuk.

1. Bau badan
Tahukah kalian, ternyata nyamuk tertarik pada senyawa tertentu yang terkandung pada kulit dan keringat manusia. Senyawa ini ternyata dapat menimbulkan aroma yang dapat menarik perhatian nyamuk.

Baca Juga: Waspada! Ini Bahaya Hewan Tikus Bagi Kehidupan Kita

Beberapa senyawa berbeda sudah diidentifikasi menarik bagi nyamuk diantaranya asam laktat dan amonia. Selain itu, kondisi genetik dan bakteri tertentu juga bisa menjadi pemicu bagi nyamuk untuk datang dan menggigit manusia

Bakteri kulit juga memiliki peran dalam membuat badan Anda menjadi bau. Orang yang keragaman mikroba di kulitnya tinggi kurang menarik bagi nyamuk.

2. Karbon Dioksida
Saat bernapas, kita mengeluarkan karbon dioksida dan memproduksinya lebih banyak saat tengah aktif berkegiatan termasuk saat olahraga.

Baca Juga: Dianggap Hewan Pengganggu, Berikut Cara Penanganan Hama Tikus

Nyamuk mampu mendeteksi perubahan karbon dioksida di lingkungannya. Peningkatan karbon dioksida dapat menjadi sinyal bagi nyamuk bahwa inang potensial ada di dekatnya. Nyamuk pun selanjutnya akan bergerak menuju area tersebut.

3. Kehamilan
Sejumlah studi telah menyimpulkan bahwa nyamuk memang lebih tertarik pada wanita hamil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M Taufik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

5 Rekomendasi Kafe Instagramable di Puncak

Rabu, 30 April 2025 | 16:35 WIB
X