JURNALMETROPOLITAN.com – Krisis air bersih dampak dari musim kemarau mulai terasa dibeberapa daerah di Indonesia. Salah satunya yang terlihat di wilayah Kabupaten Bogor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, hingga 8 Agustus 2023, ada penambahan warga di Kabupaten Bogor yang terdampak kekeringan dan membutuhkan air bersih
Sedikitnya ada 35.437 jiwa warga Kabupaten Bogor yang terdampak musim kemarau
"Yang terdampak kekurangan air bersih 10.625 KK dengan 35.437 jiwa," ungkap Plt Kalak BPBD Kabupaten Bogor, Asep Sulaeman pada Kamis 10 Agustus 2023
Data tersebut terhitung sejak tanggal 29 Juli hingga 8 Agustus 2023. Namun,data tersebut akan terus diperbarui dan disampaikan pihak BPBD Kabupaten Bogor
Baca Juga: Ridwan Kamil: Jawa Barat Bersiap Hadapi Potensi Krisis Ekonomi, Energi dan Pangan Tahun 2023
Adapun dampak kemarau yang terjadi tersebar di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Bogor. Yakni Nanggung, Jasinga, Jonggol, Cibungbulang, Cisarua, Rancabungur, Tenjo dan Sukajaya, Babakan Madang, Citeureup dan Leuwisadeng.
"Sementara ada 24 desa dari 11 Kecamatan yang terdampak. Terbanyak di Jasinga ada 7 desa terdampak," jelas Asep
Sehingga, BPBD Kabupaten Bogor secara bertahap terus menyalurkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari warga.
"Bantuan air bersih dengan truk tangka sebanyak 5.000 liter air bersih di setiap pengirimannya. Total sudah 290.000 liter air bersih yang tersalurkan kepada warga terdampak,” pungkasnya
Artikel Terkait
Kejaksaan Negeri Bogor Unggah Foto Hafiz Fatur, Adik Irwansyah Masuk Daftar Pencarian Orang Lagi
Alun-alun Kota Bogor Tempat Jalan-jalan Paling Bersahabat
Jelang Tahun Baru - Jalan Menuju Puncak Bogor Ditutup Jam 6 Sore Ini
Kopi Liong Bulan, Kopi Legendaris Asal Bogor yang Masih Eksis Hingga Kini