Selain itu jika menyusur lebih dalam saat di Gua Jomblang maka akan mendapatkan pemandangan keindahan 'cahaya surga' ini, namun catatannya adalah harus datang pada pukul 10.00 hingga 12.00. Saat itulah matahari tepat menyinari mulut gua dan cahayanya masuk sampai ke dasar gua.
Luweng Grubug dengan pemandangan itulah yang banyak diburu. Luweng Grubug bisa dilihat saat memasuki sebuah entrance (mulut gua) yang berukuran sangat besar.
Jomblang dan Grubug dihubungkan dengan sebuah lorong sepanjang 300 meter. Aneka ornamen cantik seperti batu kristal, stalaktit, serta stalagmit yang indah turut menghiasi lorong ini.
Tak berapa lama berjalan terdengar suara gemuruh aliran sungai dan seberkas cahaya terang di tengah kegelapan. Sebuah mahakarya Sang Pencipta yang sungguh mengagumkan.
Baca Juga: Daerah-daerah Ini Masih Panen Durian Sampai April
Sementara sungai bawah tanah yang masih satu sistem dengan Kalisuci mengalir dengan deras. Sinar matahari yang menerobos masuk dari Luweng Grubug setinggi 90 meter membentuk satu tiang cahaya, menyinari flowstone yang indah serta kedalaman gua yang gulita.
Air yang menetes dari ketinggian turut mempercantik pemandangan itulah lukisan alam yang dikenal dengan istilah cahaya surga yang menjadi daya tarik Gua Jomblang.***
Artikel Terkait
Begini Nasib Lumbu Putih Handayani di Gunungkidul
Pacitan Kota Seribu Gua dan Wisata Air nan Indah
Kuliner Gunungkidul Ini Mesti Dicoba, Bisa untuk Oleh-Oleh Juga
Agrowisata di Kelurahan Pengkok, Potensi Wisata Baru Gunungkidul Yogyakarta
Tempat Makan di Jogja Banyak, tapi Makan di Warung Ikhlas Beda