Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich menyampaikan nada serupa seperti Ben Gvir.
Smotrich menolak keterlibatan negara lain dalam menentukan arah kebijakan Israel.
“Masa-masa ketika Inggris dan negara-negara lainnya menentukan masa depan kita telah berakhir," terangnya dalam laporan yang sama.
"Mandat telah berakhir, dan satu-satunya respons terhadap langkah anti-Israel adalah kedaulatan atas tanah air bersejarah orang-orang Yahudi di Yudea dan Samaria,” imbuh Smotrich.
Smotrich juga mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu agar segera bertindak.
Baca Juga: Menilik Defisit APBN Rp321,6 Triliun hingga Agustus 2025 dan Tantangan Fiskal Pemerintah
“Bapak Perdana Menteri, waktunya sekarang dan ada di tangan Anda,” tegasnya.
Netanyahu: Palestina Tak Akan Berdiri
Dalam kesempatan berbeda, PM Israel, Benjamin Netanyahu sendiri telah menyebut pengakuan tersebut justru dianggap sebagai “hadiah besar bagi terorisme”.
"Negara Palestina tidak akan didirikan di sebelah barat Sungai Yordan,” ungkap Netanyahu sebagaimana dilaporan AFP, pada Senin, 22 September 2025.
Netanyahu lalu memastikan, Israel akan melawan upaya pengakuan kemerdekaan Palestina itu di forum PBB pekan depan.
Baca Juga: Kasus Pembobolan RDN, Tanggung Jawab Siapa?
“Kita juga perlu berjuang, baik di PBB maupun di semua arena lainnya, melawan propaganda palsu yang ditujukan kepada kita,” sebutnya.
“Komunitas internasional akan mendengar dari kita tentang masalah ini dalam beberapa hari mendatang," sambung Netanyahu.
Palestina: Pesan Harapan untuk Kemerdekaan