Saat Pengakuan Palestina oleh Inggris dan Sekutunya Picu Ancaman Baru Israel, Justru Jadi Secerca Harapan Menuju Perdamaian

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 30 September 2025 | 19:43 WIB
Ada 142 negara mengakui negara Palestina merdeka (Pixabay)
Ada 142 negara mengakui negara Palestina merdeka (Pixabay)

JURNALMETROPOLITAN.comPengakuan resmi Inggris atas negara Palestina untuk pertama kalinya sejak lebih dari seabad lalu menandai pergeseran besar dalam dinamika politik internasional.

Kendati demikian, keputusan yang disambut banyak pihak sebagai langkah menuju solusi damai itu justru memicu reaksi keras dari dua menteri kontroversial Israel yang kembali menghidupkan wacana aneksasi atau pencaplokan wilayah Tepi Barat.

Sebelumnya diketahui, keputusan Inggris diumumkan oleh Perdana Menteri (PM) Britania Raya, Keir Starmer

"Langkah ini diambil untuk menjaga tetap hidup kemungkinan perdamaian dan solusi dua negara, di tengah memburuknya kondisi di Gaza," tegas Starmer melalui pernyataan video yang dikutip dari Al-Jazeera, pada Minggu, 21 September 2025.

Baca Juga: Sempat Jadi Polemik, Momen Menkeu Purbaya Sindir Ekonom yang Ragukan Data Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,12 Persen dari BPS

Dalam pernyataannya, Starmer menegaskan, langkah Inggris bukan berdiri sendiri, dengan tiga negara sekutu lainnya, yakni Kanada, Australia, dan Portugal, juga mengumumkan pengakuan serupa sehari sebelumnya.

Hal tersebut, bahkan telah menambah daftar lebih dari 140 negara yang sejak lama mendukung kedaulatan Palestina.

Meski begitu, dari pihak Israel, keputusan itu dianggap sebagai ancaman. Hal itu diutarakan oleh salah satu tokoh kontroversial sekaligus Menteri Keamanan Israel, Itamar Ben Gvir.

Reaksi Keras Menteri Keamanan Israel

Secara terpisah, Ben Gvir menyoroti terkait pengakuan oleh Inggris, Kanada, dan Australia atas negara Palestina yang dinilai perlu disikapi dengan tindakan balasan oleh pihaknya.

"Penerapan kedaulatan yang cepat di Yudea dan Samaria, dan pembubaran sepenuhnya Otoritas Palestina,” ujar Ben Gvir dalam pernyataannya yang dilansir dari AFP, pada Senin, 22 September 2025.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Contohkan Protes Hotman Paris Jadi Indikator Keberhasilan Strategi Guyuran Rp200 Triliun ke Himbara

Selain itu, Ben Gvir mengakui pihaknya akan mengajukan proposal aneksasi dalam rapat kabinet Israel pada waktu mendatang.

Menkeu Israel: Mandat Inggris Selesai

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X