Menkeu Purbaya Contohkan Protes Hotman Paris Jadi Indikator Keberhasilan Strategi Guyuran Rp200 Triliun ke Himbara

photo author
Dimas Pratama, Jurnal Metropolitan
- Selasa, 30 September 2025 | 19:37 WIB
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa angkat suara terkait tunggakan pemerintah ke BUMN senilai Rp55 triliun. (Dok. Kemenkeu)
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa angkat suara terkait tunggakan pemerintah ke BUMN senilai Rp55 triliun. (Dok. Kemenkeu)

JURNALMETROPOLITAN.com - Kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan dana jumbo Rp200 triliun ke bank-bank milik negara (Himbara) memunculkan dinamika menarik yang kini terjadi bagi sebagian publik Tanah Air.

Terkini, Menkeu Purbaya secara blak-blakan mengakui salah satu contohkan keberhasilan kebijakan ini justru terlihat dari keluhan atau protes pengacara kondang, Hotman Paris yang sempat mengaku merasa rugi akibat turunnya bunga deposito.

“Hotman Paris protes waktu perpanjang depositonya, bunganya turun, dia jadi rugi. Itu tujuan saya,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA, pada Senin, 22 September 2025.

Purbaya lalu menegaskan, logika di balik kebijakan ini sederhana, yakni masyarakat kelas menengah atas yang menyimpan dana besar di deposito diharapkan terdorong untuk membelanjakan uangnya kembali ke pasar.

Baca Juga: Menilik Defisit APBN Rp321,6 Triliun hingga Agustus 2025 dan Tantangan Fiskal Pemerintah

“Biar dia belanja lagi. Kalau belanja kan ekonomi jalan, memang itu tujuannya. Itu merupakan konfirmasi bahwa kebijakan kita mulai jalan,” jelasnya.

Lantas, apa sebenarnya yang sempat dikeluhkan Hotman Paris imbas strategi ekonomi baru yang diterapkan Menkeu pengganti Sri Mulyani itu? Berikut ulasan selengkapnya.

Keluhan Hotman Paris

Hotman Paris memang menjadi salah satu suara lantang yang memprotes kebijakan Rp200 triliun tersebut.

Melalui akun Instagram pribadinya, @hotmanparisofficial yang tayang pada Kamis, 18 September 2025, Hotman menyebut turunnya bunga deposito membuat banyak nasabah besar merugi.

“Penghasilan anda dari deposito dan buku tabungan jadi berkurang. Itulah akibat dicairkannya Rp 200 triliun untuk bank-bank pemerintah karena apa? Bank pemerintah kebanyakan duit," terang Hotman.

Baca Juga: Kasus Pembobolan RDN, Tanggung Jawab Siapa?

"Karena kebanyakan duit maka dia tidak butuh lagi duit kamu, ataupun kalau duit kamu butuh, bunganya dikurangi,” imbuhnya.

Pengacara itu bahkan menegaskan sejak awal sudah memperkirakan penurunan bunga deposito akan terjadi begitu pemerintah mengumumkan kebijakan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dimas Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X